Cara Mudah Mengajarkan Anak Agar Rajin Shalat

Shalat bersama anak 2

PERCIKANIMAN.ID – – Shalat adalah ibadah utama setalah seseorang bersyahadat. Dalam Al Quran maupun Hadits juga disebutkan tentang keutamaan shalat, seperti amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah Swt, sebagai aktivitas yang membedakan antara mukmin dan kafir, sebagai tiang agama dan banyak lagi. Demikian pentingnya ibadah shalat sampai-sampai Rasulullah Saw memerintahkan orangtua untuk mengajarkan shalat mulai usia 7 tahun bahkan jika sampai usia 10 tahun belum betul shalatnya maka orangtua berhak memukulnya dengan tujuan untuk mendidiknya.

 

Sahabat Rasul dan juga seorang khalifah, Umar bin Khattab pernah memberikan nasihat tentang hak anak yang harus dipenuhi ayahnya itu ada 3. Pertama, memilihkan ibu yang baik dalam mencari istri yang shalihah. Kedua, memberi nama yang baik. Ketiga, mengajarkan Al Quran. Seperti telah disebutkan diataskan akan penting dan utamanya amalan ibadah shalat. Itulah mengapa mengajarkan shalat pada anak harus jadi prioritas utama setiap orangtua khususnya para ayah.

promooktober1

 

Adalah adalah investasi dunia akhirat bagi orangtuanya. Untuk itulah anak-anak harus mendapat pengajaran yang baik dari orangtuanya khususnya dalam ibadah shalat. Menjadikan anak yang rajin ibadah khususnya shalat tentu gampang dan mudah jika sudah mengetahui cara atau tipsnya. Demikian sebaliknya akan terasa sulit dan susah jika belum paham metode atau caranya. Dihimpun dari berbagai sumber berikut ini tips mendidik anak agar rajin shalat:

 

  1. Orangtua menjadi keteladanan dalam shalat

Anak adalah peniru yang sangat ulung. Sejak usia masih sangat dini, anak sudah begitu lekat memperhatikan seluruh perilaku orangtuanya. Begitulah otaknya bekerja di usia tersebut : mengamati dan meniru. Untuk itu saat ia menyaksikan orangtua selalu melakukan sesuatu yang sama sekian kali dalam sehari, secara alami anak akan tergerak untuk meniru dan mengikutinya. Hal ini bisa diperhatikan bagaimana anak usia dua atau tiga tahun mulai berdiri, membungkuk, lalu duduk menungging untuk meniru gerakan shalat ayahnya. Ini sebuah pemandangan dan pengalaman yang sangat indah.

 

  1. Mulai mengajaknya untuk shalat.

Setelah anak aktif meniru gerakan shalat kapan mulai mengajak anak untuk shalat?. Mari kita simak penjelasan Abdullah bin Habib menyampaikan bahwa Rasulullah Saw,

 

Apabila  seorang anak dapat membedakan mana kanan dan kiri, maka perintahkanlah dia untuk mengerjakan shalat.” (HR Ath-Thabari)

 

Anak bisa membedakan kanan dan kiri menandakan otaknya sudah cukup berkembang. Pada masa ini, anak sudah mampu mengerti bahwa ibadah itu untuk mendekatkan diri dengan Rabb-nya. Terkait soal usia berapa anak sudah bisa membedakan kanan dan kiri, memang tidak ada patokan baku. Namun biasanya anak usia 3 hingga 5 tahun sudah bisa membedakan atau menunjukan mana kanan dan kiri.

 

  1. Mengajarkan shalat saat usia 7 tahun

Ketika anak sudah memasuki usia 7 tahun, bagi sebagian anak Indonesia ia sudah kelas 1 atau 2 Sekolah Dasar (SD). Dalam usia ini seorang anak sudah mampu membedakan mana perbuatan baik dan mana yang salah. Perintah shalat pada usia ini mengacu pada keterangan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

Perintahkanlah anak kecil untuk shalat apabila sudah berusia tujuh tahun…” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

 

Bagi orangtua sebaiknya dalam usia 7 tahun anak mulai diajarkan rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajiban shalat, dan pembatal-pembatal shalat serta pentingnya ibadah shalat.

 

  1. Mulai menghukum jika ia lalai shalat dan boleh memberi hadiah saat rajin dan tertib

 

Tahapan ini bisa dimulai pada usia 10 tahun atau beberapa tahun sebelum anak mencapai usia baligh. Hal ini sesuai kelanjutan dari hadits riwayat Abu Dawud dan al Hakim dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash sebelumnya,

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka untuk shalat pada usia 10 tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

Pukulan yang dimaksud tentunya pukulan yang tidak mengandung unsur kekerasan melainkan sebuah peringatan atas kelalaiannya. Oleh karena itu, pertanda seorang ayah cinta pada anaknya adalah memastikan kalau anaknya menjalankan kewajiban shalat saat anaknya baligh. Tahapan menghukum jika anak lalai dalam shalat tentunya diperlukan agar anak benar-benar memahami hal ini baik secara sadar maupun di alam bawah sadarnya.

Selain menghukumm jika lalai maka alangkah bijaksananya jika anak rajin dan tertib shalat orangtua juga memberi hadiah. Hadiah tentu bukanlah barang yang mahal melainkan sekedar untuk menghargai dan mengapresiasi serta memotivasinya atas apa yang telah dilakan selama ini khususnya dalam hal shalat. Hadiah sederhana namun berkesan akan membuatnya merasa dihargai.

 

BACA JUGA: Hukum Mengajak Anak Shalat Di masjid

  1. Mengajak shalat berjamaah ke masjid

Setelah anak terbiasa shalat di rumah dengan tertib dan lancar maka orangtua khususnya ayah bisa mengajaknya untuk shalat berjamaah di masjid. Ayah bisa menceritakan tentang keutamaan shalat berjamaah di masjid berikut adabnya. Dalam sebuah riwayat Jabir bin Samurah menceritakan masa kecilnya bersama Rasulullah Saw,

Aku mengerjakan salat Zuhur bersama Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam. Kemudian, beliau pulang. Aku menyusul di belakang beliau. Beliau bertemu dengan anak-anak lalu mengusap kedua  pipi mereka satu per satu. Ketika beliau mengusap kedua pipiku, aku rasakan tangan beliau dingin dan berbau harum, seakan-akan baru dikeluarkan dari botol parfum”. (HR Muslim)

Lalu kapankah sebaiknya orang tua mulai mengajak anak salat di masjid? Orangtua atau ayah bisa mengacu pada ucapan Imam Malik yang berpendapat bahwa “apabila anak sudah mengerti dan mengetahui tentang adab serta tidak main-main, maka saya rasa tidak apa-apa. Apabila masih terlalu kecil dan tidak dapat tenang serta masih suka bermain-main, maka aku tidak menganjurkannya

 

  1. Melatih untuk ikut shalat Jumat atau shalat Ied

Dalam shalat berjamaah ada istilahnya shalat harian ( yang 5 waktu), mingguan (shalat Jumat) dan tahunan (shalat Idul Fitri dan Idul Adha). Shalat Jumat sendiri wajib hukumnya kecuali bagi yang sedang sakit, dalam perjalanan, wanita, anak kecil, dan budak. Sedang shalat Jumat, sebagian ulama menganggap bagi anak kecil hukumnya sunnah.

Ada beberapa manfaat melatih anak laki-laki shalat Jumat, di antaranya:

-Kalau sudah baligh, dia terbiasa melakukannya

-Melatih anak mendengarkan ilmu saat khutbah Jumat. Carilah masjid yang khatibnya bagus dalam memberi materi sekaligus tidak terlalu lama karena rentang konsentrasi anak-anak umumnya lebih pendek dari orang dewasa

-Merasakan bagaimana membaur dengan masyarakat. Anak harus terbiasa berkumpul dengan kaum muslimin dan mengenal teman-teman ayahnya

-Jadi asupan keimanan untuk mendirikan shalat 5 waktu antara shalat Jumat dan shalat Jumat lainnya

-Anak mengenal ulama dan dai sejak kecil

-Anak mendapat pembentukan kepribadian secara menyeluruh untuk menjadi lelaki dewasa

 

  1. Melatih untuk shalat malam (tajahud)

Shalat tahajud (qiyamul lail) hukumnya sunnah namun sangat dianjurkan. Meski sunnah namun ada baiknya anak-anak mulai dikenalkan sejak kecil juga. Waktunya tentu tidak setiap malam melainkan bisa sebulan sekali ambil momen di hari libur. Jika pada waktu biasa shalat malam ini biasa dikerjakan pada tengah malam atau menjelang dini hari maka untuk Ramadhan shalat malam (qiyamul lail) ini dikerjakan setelah shalat Isya yakni yang disebut dengan tarawih. Pada bulan Ramadhan adalah momen tepat untuk mengajarkan anak-anak shalat malam. Dalam sebuah riwayat Ibnu Abbas menceritakan masa kecilnya,

Aku menginap di rumah bibiku, Maimunah, agar aku dapat memperhatikan bagaimana Rasulullah mengerjakan shalat. Beliau berdiri shalat. Aku datang dan berdiri di samping kiri beliau. Beliau menarikku  dan meletakkanku di samping kanan beliau”. (HR Muslim)

Cerita masa kecil Ibnu Abbas ini mengungkapkan betapa Rasulullah Saw perhatian terhadap salat anak-anak, sampai-sampai beliau memperbaiki kesalahannya. Latihan shalat malam perlu dilakukan agar saat baligh anak sudah terbiasa memohon pada Allah di waktu yang lebih dikabulkan doa-doa oleh Allah, yaitu sepertiga malam terakhir. [ ]

 

BACA JUGA: Dampak Buruk Jika Anak  Kecanduan Gadget

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment