Adakah Amalan Nisfu Sya’ban?

bulan sabit ramadhan

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, sebenarnya ada tidak amalan yang dilakukan pada Nisfu Sya’ban? (Riki via email)

 

 

Wa’alaykumsalam. Wr Wb. Baik, saya sering mengatakan disini, bahwa agama itu ukurannya benar kalau ada dalilnya. Dalilnya tentu harus shahih, karena tidak semua dalil itu bisa dipertanggungjawabkan. Menurut penelitian para ahli hadist, hadist yang berkaitan dengan amalan-amalan nisfu sya’ban, seperti shalat pada pertengahan malam, shaum secara khusus di nisfu sya’ban dan sebagainya, menurut penelitian itu hadistnya dhaif. Nah, tidak mengikuti standar benar dalam metodologi ilmu islam.

promooktober

Tentu saya mengatakan demikian, tidak mengurangi rasa hormat saya kepada mereka yang melaksanakan amalan nisfu sya’ban, say a tetap menghargainya. Tetapi secara ilmiah saya perlu menunjukkan bahwa kalau saudara-saudara sekalian serius mengamati dalil-dalil tentang nisfu sya’ban, itu tidak ada dalil yang shahih menjelaskan harus membaca yasin tiga kali, harus shalat bahkan hingga 100 rakaat. Jadi amalan-amalan khusus yang dilaksanakan di nisfu sya’ban itu yang saya kritisi.

Sementara, hadist shahih tentang sya’ban sendiri memang ada. Rasulullah menyuruh kita untuk meningkatkan amal ibadah di bulan sya’ban sebagai bentuk persiapan di bulan Ramadhan. Misalnya, sebelumnya saya tidak pernah shaum senin/kamis, nah di bulan sya’ban itu coba untuk rajin shaum senin/kamis untuk membiasakan diri mengahadapi Ramadhan. Jika biasanya jarang membaca Al-Qur’an, maka diharapkan di bulan sya’ban itu meningkatkan bacaan Al-Qur’an. Tapi jangan khusus dipertengahan Sya’bannya saja. Jadi menimbulkan kesan bahwa pertengahan Sya’ban adalah waktu yang istimewa. Padahal seluruh bulan Sya’ban itu utama. Itu yang saya kritisi, jadi saya tidak menistakan teman-teman yang melakukan ibadah nisfu Sya’ban, itu hak anda. Tetapi secara ilmiah, saya harus berbicara dalam wilayah keilmuan.

 

BACA JUGA: Amalan Sunah Di Bulan Muharram

 

Dalam wilayah keilmuan, harus apa adanya. Oleh sebab itu saya katakan semua disiplin ilmu itu ada metodologinya. Dalam berbagai bidang ilmu tentu ada beragam metodologi sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Karena untuk menemukan sebuah kebenaran itu butuh metoda, filosofi, dan cara masing-masing. Nah agama pun seperti itu. Jadi kalau kita mengatakan suatu hal adalah benar, maka harus merujuk ke dalilnya apa, dalilnya itu ada dalam Qur’an dan sunnah. Nah kalau Al-Qur’an sudah pasti shahih, begitu bicara sunnah, kita harus lihat hadistnya itu shahih atau tidak? Maka, orang yang belajar agama secara serius, mereka harus tahu level-level hadist. Hadist shahih itu ada variannya, begitupun hadist dhaif juga ada variannya. Level berikut ada hasan, itu pun ada lagi variannya. Jadi ada metoda yang harus kita mengerti. Ketika saya mengatakan bahwa hadist tentang Nisfu Sya’ban itu banyak yang dhaif, tentu saja secara ilmiah saya harus membuktikannya. Tentu rujukannya adalah metodologi ilmu hadist.

Jadi saya melakukan pendekatannya lebih bersifat keilmuwan. Saya tidak menistakan satu faham atau suatu pemikiran tapi saya menunjukkan pembanding. Kalau anda setuju dengan pendapat pembanding dari saya, ya alhamdulillah, tapi kalau tidak sependapat ya tidak apa-apa. Dunia ilmu itu adalah dunia yang dinamis. Kalau ada orang yang berbeda pemahaman dengan kita atau berbeda cara dengan kita, tidak usah marah, ini kalau kita berbicara dengan pendekatan ilmiah. Dalam dunia ilmiah itu selalu ada perbedaan. Ada orang yang belajar di sekolah dengan guru yang sama, tapi tetap saja cara berfikirnya berbeda. Jadi itu yang harus kita garis bawahi. Berbeda pandangan itu tidak apa-apa, yang tidak boleh adalah saling menghinakan dan saling bermusuhan. Wallahu ‘alam bishawab. [ ]

 

BACA JUGA: Amalan Sunnah Di Hari Jumat

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment