Menanggapi Perbedaan Pandangan Organisasi Keislaman

akidah

Assalamualaykum Pak Aam, Insya Allah saya berniat baik untuk menikahi seorang wanita, namun saya mengalami kesulitan terhadap pendapat atau keyakinan dari orang tua pihak wanita. Orang tuanya berkeyakinan Islam ahlussunnah waljamaah, dan tidak menyukai Islam Persis. Saya diijinkan menikahi anaknya dengan catatan mau ikut ahlussunnah waljamaah, jangan ikut ajaran Persis. Apa yang menjadi perbedaan antara ahlussunnah waljamaah dan Persis? Apakah keduanya benar? Dan apa yang harus saya lakukan? Apa yang bisa saya yakinkan pada orang tua wanita tersebut dengan posisi saya seperti sekarang ini, seolah saya tidak seiman dengan orang tua wanita. (Nurcholid via email)

 

 

Saudara Nurcholid dan pembaca, ini memang permasalahan besar. Seringkali kita beranggapan kalau yang satu NU, satunya lagi Muhammadiyah itu dianggap tidak satu akidah. Ini keliru besar. Karena sebenarnya, baik NU, Persis, biasanya yang dimaksud dengan ahlussunnah wal jamaah itu Nahdhlatul Ulama secara keorganisasian kemasyarakatan.

promooktober

Di kita masih ada anggapan bahwa NU dan Muhammadiyah itu akidahnya beda, tentu ini keliru besar. Akidah NU, Muhammadiyah, dan Persis itu sama. Kan rukun imannya sama, rukun islamnya pun sama. Tapi ada beberapa sudut pandang dan cara berpikir yang berbeda. Lalu ini mengkristal, tokoh-tokohnya itu membentuk organisasi keislaman. Dibentuklah Nahdhlatul Ulama, dibentuklah Persatuan Islam, dibentuklah Muhammadiyah. Semuanya ini badan hukumnya adalah organisasi keagamaan.

Jadi, sebenarnya tidak ada halangan, orang NU menikah dengan orang Persis. Karena sebenarnya mereka satu akidah. Shalatnya sama lima waktu, ibadah hajinya sama ke Mekkah, Ramadhannya sama. Hanya ada beberapa sudut pandang yang berbeda. Dan perbedaan itu bisa jadi dua-duanya pun boleh. Contoh, ajaran NU ketika attahiyatul telunjuknya diam, kalau persis telunjuknya gerak-gerak. Sebenarnya antara dua ini tidak ada yang salah. Persis pakai dalil, NU pun pakai dalil. Jadi saya ingin menjelaskan bahwa NU dan Persis itu bukanlah beda akidah, tapi berbeda organisasi keagamaan. Jangan berlebihan dengan mengatakan berbeda akidah.

Akidah itu kaitannya dengan rukun iman dan rukun islam. Jangan mengatakan kalau perbedaan fikih adalah beda akidah, itu merupakan kekeliruan besar. Jadi sebenarnya anda bisa menikah, kalau anda terbiasa dengan kehidupan Persatuan Islam tentu boleh menikah dengan wanita yang terbiasa dengan kehidupan NU.

Adapun calon mertua anda belum bisa menerima, itu tugas anda melakukan pendekatan-pendekatan. Bagaimana usaha anda memberikan pandangan dan penjelasan bahwa hal tersebut bukanlah masalah perbedaan akidah. Hanya berbeda cara memahami beberapa hal yang berkaitan dengan agama. Berarti itu bisa dimusyawarahkan, bisa diadaptasi. Nah bagaimana caranya ya tentu saya tidak mungkin membahasnya di forum ini.

Ini berlaku juga untuk kita, kalau anda bertanya apakah keduanya benar? Ya, ada bagian yang benar, ada pula bagian yang salah dalam sudut pandang keagamaan. Tapi itulah dunia keilmuan, dalam dunia keilmuwan itu kadang kita bisa salah, kadang kita bisa benar. Maka dalam kajian agama dikenal dengan apa yang disebut dengan ijtihad, yaitu mencurahkan segala pemikiran untuk menjawab persoalan-persoalan kekinian dengan mengambil isyarat-isyarat yang ada dalam quran dan sunnah. Dan ijtihad itu bisa berbeda-beda karena cara pandang dan berpikir orang pun berbeda-beda. Wallahu ‘alam bishawab.

 Editor : Candra

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment