Cara Mengenalkan Pendidikan Seks Pada Anak

Anak belajar 1

Oleh: dr. H. Hanny Rono Sulistyo, Sp.OG(K), M.M*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Seks adalah salah satu karunia yang diberikan kepada makhluk-Nya termasuk manusia. Makhluk hidup tanpa memiliki dorongan seks tidak akan sempurna, sebab ia adalah satu satu cara untuk melangsungkan keturunan. Namun demikian bagi manusia urusan yang satu ini bukan sekedar menuruti dorongan insting melainkan harus dibimbing dengan norma, etika dan petunjuk dari Allah Swt yakni dengan syariat-Nya.

promooktober1

Agar mempunyai pengetahuan untuk menggunakan sesuai dengan fungsi dan kodratnya dengan sempurna maka seorang manusia harus mengenal dan mempelajarinya. Hal ini penting dilakukan agar ia tidak terjerumus pada jalan salah dalam memenuhi hasratnya. Untuk diperlukan pendidikan seks sejak dini sehingga ia menjadi paham. Beberapa hal yang perlu diketahui orang tua dalam pendidikan seks pada masa anak-anak antara lain:

 

Rangsangan seksual dan fungsi seksual

Seks adalah sesuatu yang menimbulkan aktivitas dari alat kelamin. Unsurnya terdiri atas gairah yang menimbulkan rangsangan seks yang dikenal dengan istilah libido dan unsur yang lainnya yaitu reaksi yang diakibatkan oleh libido tadi terhadap alat kelamin yang menimbulkan perubahan di sana, seperti ereksi pada pria dan reaksi pada wanita (tidak jelas tampak dibanding pria). Jadi, untuk mudahnya kita sebut ada faktor rangsangan dan ada faktor fungsi seksual.

Seks diciptakan Allah Swt. agar memenuhi perintah-Nya, karena manusia diputuskan untuk menjadi khalifah di muka bumi, manusia harus bereproduksi. Rangsangan seksual sudah ada sejak janin berada dalam kandungan pada usia yang sangat dini. Bentuk rangsangan seksual menurut Sigmund Freud, Bapak Psikologi Modern, ada pada mulut/oral, pada anus/anal, dan pada kelamin/genital. (Khusus rangsangan anal –sodomi—dilarang oleh semua agama, termasuk Islam). Janin dalam kandungan dengan perantaraan alat USG dapat kita lihat sibuk merangsang mulutnya, mengisap jempol atau jari tangan, pada usia kehamilan sekitar 8-10 minggu atau telat mens satu bulan.

Dari penelitian menggunakan USG di Singapura, terbukti janin laki-laki di dalam kandungan pada kehamilan 3-9 bulan, terdapat perubahan yang bermakna secara statistik antara “ngempeng” ini dengan pertambahan panjang ukuran penisnya. Artinya janin menikmati ngempeng ini sebagai suatu rangsangan seksual (walaupun tentu belum dipahaminya). Jadi artinya, rangsangan sudah ada, hanya fungsi belum jalan atau belum sempurna.

 

BACA JUGA: Tips Agar Anak Paham Seks Sejak Dini

Pada anak-anak, rangsangan seksual sangat jelas seperti apa yang dikemukakanFreud dengan Psychoanalysa-nya tadi. Perkembangan bayi di daerah mulut sangat maju, sehingga mulut dipakai sebagai alat pengenalan dan juga merangsang diri. Segala sesuatu akan dibawanya ke dalam mulut. Ini disebut fase oral tadi. Ngempeng, selain merangsang seksual yang merupakan kenikmatan baginya, juga akan dilakukannya pada saat yang kurang menyenangkan, misalnya saat stres.

Anak-anak yang tinggi tingkat stresnya sering masih ngempeng sampai besar. Orang tua harus segera mencari sumber stres ini. Setelah melewati fase oral, anak akan masuk dalam fase anal. Anak cenderung berlama-lama di WC. Karena mendapat kenikmatan dari kegiatan ini, sering kali anak-anak “bermain” dengan hasrat buang air. Fase selanjutnya yaitu fase genital, di mana anak-anak akan mengalihkan perhatian pada alat kelaminnya. Dia mulai mempermainkan alat kelaminnya untuk mendapatkan suatu “kenikmatan instinktif”. (Dia sendiri belum secara sadar mengenali kenikmatan ini).

Secara teori, gangguan fase ini pada anak-anak akan berpengaruh pada perkembangan psikis anak tersebut. Orang yang terhambat fase oral pada masa anak-anak, akan jadi orang yang berfokus sekitar mulutnya. Mungkin tampak cerewet atau ngomong melulu, gangguan pada fase anal katanya menyebabkan sifat yang kikir dan sadis, sedangkan gangguan pada fase genital akan menyebabkan sifat promiscuous, maceuh dalam istilah sunda, atau “nakal” (maksudnya nakal seksual). Di sini kita bisa melihat bahwa gangguan (seks) yang terjadi pada masa anak-anak bisa mempengaruhi seluruh sisa hidupnya.

Orientasi seksual

Orientasi seksual secara garis besar bisa dibagi tiga, yaitu heteroseksual (ketertarikan pada lawan jenis), homoseksual (ketertarikan pada sesama jenis) pada wanita disebut lesbian sedangkan pada pria disebut gay, dan biseksual (ketertarikan pada lawan dan sesama jenis). Dr. Alfred Kinsey mengemukakan bahwa manusia dibagi dalam kelas-kelas, di mana kutub-kutubnya yaitu heteroseks dan homoseks.

Teori ini mengatakan bahwa 96% manusia adalah biseksual, 2% homoseksual murni, dan 2% heteroseks murni. Mengapa orang heteroseks murni dianggap tidak normal? Karena orang tersebut hanya bisa bergaul dengan lawan jenis, jadi jika ada sesama jenis, misalnya seorang pria melihat kepada pria heteroseks murni ini, dia akan merasa sangat terganggu dan marah. Orang semacam ini akan mendapatkan banyak kesulitan dalam pergaulan keseharian. Hal yang sama berlaku pada homoseks murni.

 

BACA JUGA: Tips Agar Anaka Tak Terjebak Gaya Hidup Hedons

Sisanya yaitu golongan biseksual, perpaduan persentase antara heteroseks dan homoseks. Menurut teori ini, sebagian besar manusia cenderung biseks. Contohnya, Akademi Fantasi Indosiar, bisa kita lihat banyak wanita yang berjingkrak-jingkrak karena menyenangi Tia dengan kepintarannya menyanyi dan wajahnya yang cantik.

Ini tentunya bukan pertanda bahwa ribuan penonton wanita itu lesbian, akan tetapi menunjukkan bahwa wanita normal pun punya perasaan suka pada sesama jenis. Golongan tengah ini dibagi ke dalam beberapa kelas dengan derajat berbeda-beda, mulai dari yang rendah homoseksual tinggi heteroseksual, sampai ke seimbang homo-heteroseksual, dan berakhir pada derajat tinggi homoseksual rendah homoseksual. Semoga bermanfaat. [ ]

 

*Penulis adalah dokter spesialis kandungan, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Hanny Ronosulistyo 1

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: theguardian

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected]. Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment