Tips Membangun Keluarga Sehat dan Bahagia

rumah tangga

Oleh: Dra. Mardijanti P. Ilham*

 

PERCIKANIMAN.ID – – Diawali dengan ijab kabul saat akad nikah, sebuah keluarga mulai terbentuk. Pengantin baru mulai menjalankan perannya sebagai suami istri. Berbagai penyesuaian perlu dilakukan. Pertama, suami istri perlu menyesuaikan diri dalam hal memenuhi kebutuhan biologis berkaitan dengan kehidupan seks mereka. Kedua, tentunya sebagai pasangan baru, suami atau istri perlu saling menyesuaikan diri untuk dapat membangun keluarga yang menjadi ‘impian’ masing-masing. Mereka tidak lagi bisa hidup seperti dulu, melainkan juga harus memikirkan pasangannya sebagai bagian dari dirinya dalam setiap tindakan yang hendak diambil. Ketiga, sebagai keluarga yang merupakan kelompok yang paling kecil dalam kehidupan bermasyarakat, mereka juga perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Terlibat dalam kegiatan di lingkungan RT atau RW, kegiatan di kantor pasangan masing-masing, maupun bersilaturahmi dengan keluarga besar mereka.

 

Saat memutuskan untuk menikah, setiap pasangan tentu mempunyai harapan meraih ‘keluarga sehat’ yang menyediakan kebahagiaan bagi mereka dan anak-anak. Namun akhir-akhir ini berita tentang perceraian justru semakin marak di masyarakat kita. Dengan mudah sepasang suami istri mengambil keputusan berpisah karena merasa tidak mampu saling menyesuaikan diri lagi. Semakin rapuh ikatan suami istri, semakin jauh keluarga sehat dapat dibangun. Pada akhirnya berdampak pada semakin sulit menciptakan lingkungan yang sehat bagi perkembangan anak-anak.

 

Beberapa kiat penting untuk membantu meraih kebahagiaan dalam keluarga sehat, yaitu

 

  1. Menjalin komunikasi dan siap mendengarkan

 

Komunikasi sangat penting untuk dapat mengetahui pikiran maupun perasaan orang lain. Bagaimana kita bisa peduli dengan pasangan kita jika tidak kenal dan tahu apa yang ia pikirkan dan rasakan? Seorang istri yang melihat suaminya pulang kantor dengan wajah murung, bertanya dengan penuh perhatian tentang masalah yang dihadapi untuk kemudian dibicarakan bersama, akan menunjang terciptanya komunikasi yang baik dalam keluarga. Bandingkan dengan istri yang ketika suami pulang kantor masih sibuk menonton telenovela, tidak peduli terhadap suasana hati suaminya. Dalam berkomunikasi, suami atau istri tidak hanya perlu memiliki kesediaan untuk mendengarkan apa yang disampaikan pasangannya, namun juga perlu mengetahui cara untuk mendorong pasangannya menceritakan semua pikiran dan perasaan mereka serta tahu bagaimana menginterupsi dan melakukan intervensi yang tepat. Dalam hal ini, perlu pula mengenali bahasa nonverbal pasangan kita.

BACA JUGA: Tips Membuat Anak Cepat Menghafal Al Quran 

2. Saling percaya

Suami maupun istri akan mau menceritakan semua yang dipikirkan dan dirasakannya bila ia yakin dan percaya kepada pasangannya. Seperti contoh tadi, saat ditanya istrinya mengenai masalah yang dihadapi, bila suami percaya bahwa istrinya dapat membantu memecahkan masalah dan menyimpan rahasia, ia akan menceritakan semua pikiran dan perasaannya. Contoh lain, seorang istri akan tetap merasa tenang walaupun suaminya sering pulang malam karena ia percaya akan niat baik dan kesetiaan suaminya. Tidak menutup kemungkinan selama hidup bersama, seorang suami atau istri pernah mengalami kejadian yang membuatnya tidak mempercayai pasangannya, namun demikian, demi kebahagiaan keluarga, dengan berbesar hati diharapkan ia dapat memaafkan dan memberi kesempatan lagi pada pasangannya. Sementara pasangannya harus berusaha untuk meraih kembali kepercayaan dan siap untuk selalu menjaganya dengan baik.

 

3. Saling memberi dukungan

Setiap orang memiliki kebutuhan untuk disenangi dan dicintai juga kebutuhan untuk berbagi kasih sayang dan kehidupan. Keluarga yang sehat akan mampu memenuhi kebutuhan ini. Dalam keluarga sehat, setiap individu diterima apa adanya, bukan karena apa yang ia miliki dan lakukan. Ketika menghadapi musibah suami kehilangan pekerjaan misalnya, dalam keluarga yang sehat istri tidak menjadi merasa berhak untuk merendahkan atau menekan suaminya, melainkan justru memberikan dukungan. Bahkan jika perlu, ia memanfaatkan keterampilan yang dimilikinya sebagai alternatif sumber penghasilan.

 

4. Saling menghargai/menghormati

 

Setiap individu lahir dalam kondisi yang berbeda sekalipun dari keluarga yang sama. Oleh karenanya suami atau istri perlu memberi ruang yang luas untuk perbedaan yang ada, sehingg tercipta toleransi yang cukup tinggi terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan. Kita harus siap menghargai apapun keputusan yang telah dibuat oleh pasangan kita setelah segala konsekuensi yang mungkin muncul dibicarakan bersama. Sebagai contoh, walau impian istri keluarga akan bahagia bila berada dalam satu rumah, namun ia tetap berusaha mendukung dengan kondisi pekerjaan yang mengharuskan suami bekerja di luar kota. Dari jarak jauh ia tetap berusaha memberi perhatian kepada suami, menjaga diri dan anak-anak agar suami dapat bekerja dengan tenang.

BACA JUGA: Tip Agar Anak Tak Kecanduan Gadget 

5. Menyediakan waktu untuk keluarga

 

Bagaimana suami atau istri dapat menjalin komunikasi bila tidak memiliki waktu bersama? Bagaimana pula suami atau istri dapat saling memberi dukungan dalam menghadapi  kesulitan maupun masalah tanpa adanya komunikasi? Oleh karena itu, sesibuk apapun kita, waktu untuk pasangan dan keluarga harus tetap disediakan. Seandainya suami atau istri harus berada di kota lain, kebersamaan tetap dapat dijaga dengan bantuan teknologi komunikasi yang saat ini semakin berkembang.

 

Kiat di atas akan sangat membantu bila pasangan suami istri menyadari dan berkeinginan melaksanakannya secara bersama-sama, sehingga dapat saling mengingatkan dan mendukung. Bila suami istri berhasil menjalin ikatan yang kuat dengan penuh kasih sayang dan cinta, hal tersebut akan dapat dirasakan oleh buah hati mereka. Anak-anak dapat belajar dari orang tuanya cara berkomunikasi, mendengarkan dengan baik, percaya, mendukung, dan menghargai orang lain. Semoga bermanfaat. [ ]

 

BACA JUGA: Tips Mengatasi Anak Stres

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga dan pendidik.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

(Visited 111 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment