Ada 70.000 Ibu Hamil dan Menyusui Dalam Pengungsi Rohingya

Rohingya_Pengungsi_Reuters

PERCIKANIMAN.ID – –  Sedikitnya ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki negara itu setelah melarikan diri dari aksi kekerasan di Myanmar dalam tiga pekan terakhir, seperti diungkap pemerintah Bangladesh.

Dalam sebuah pengarahan tentang upaya bantuan pada Senin, Menteri Informasi Hasanul Haq mengatakan bahwa pendatang baru dalam jumlah cukup besar yang tinggal di kamp adalah calon ibu atau ibu yang baru saja melahirkan.

iklan donasi pustaka2

“Penanganan khusus telah dilakukan bagi 70.000 ibu hamil dan menyusui,” ujar Haq kepada wartawan, seperti dilansir AFP dan dikutip antaranews, Selasa (19/9/2017).

Berdasarkan data PBB bahwa sebanyak 415.000 warga sipil dari minoritas muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus, membanjiri kamp pengungsi di dekat perbatasan yang tidak siap menerima kedatangan pengungsi secara tiba-tiba.

Mayoritas pengungsi yang melakukan penyeberangan adalah perempuan dan anak-anak, dengan sejumlah badan bantuan memperingatkan adanya krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung saat otoritas kesulitan menyediakan fasilitas dasar bagi warga sipil yang putus asa.

PBB memperingatkan kondisi yang tidak dapat ditoleransi di kamp sekitar kota perbatasan Cox’s Bazar di Bangladesh.

BACA JUGA: Kondisi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Sementara itu Menteri Luar RI Negeri Retno Marsudi bersama perwakilan negara-negara sahabat membahas krisis kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dalam acara jamuan makan siang bersama di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York,Senin.

Dalam jamuan makan siang undangan Menlu Inggris Boris Johnson tersebut hadir menteri muda urusan luar negeri Myanmar dan juga Menteri Luar Negeri Bangladesh, demikian laporan Antara dari New York, AS.

“Dalam pertemuan tersebut, pihak Myanmar memberikan taklimat atau penjelasan briefing mengenai perkembangan situasi yang ada saat ini antara lain disampaikan oleh otoritas Myanmar bahwa dalam beberapa hari terakhir ini situasi sudah lebih tenang, tidak ada kontak senjata dan akses terhadap bantuan kemanusiaan sudah mulai jalan,” kata Menlu Retno Marsudi di New York seperti dilaporkan antaranews.

Jamuan makan siang tersebut juga dihadiri oleh para menteri luar negeri dan perwakilan dari negara-negara sahabat seperti Turki, Malaysia, RRT, Rusia, Australia, Denmark dan Swedia. Menlu Retno menyampaikan perhatian Indonesia terhadap krisis yang terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar serta menyampaikan dukungan terhadap Bangladesh yang menjadi negara penerima pengungsi dari etnis Rohingya yang telah mencapai angka sekitar 400.000 orang, yang menyeberang dari negara bagian Rakhine. [ ]

 

BACA JUGA: Jumlah Pengungsi Rohingya

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: reuters

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment