Hukum Memegang dan Membaca Al-Qur’an saat Haid

baca al quran

Pa ustadz, saya mau bertanya, saat haid apakah boleh memegang Al-Qur’an yang tanpa terjemahan? Dan ada yang bilang kalau memegang Qur’an digital boleh dan yang bukan digital tidak boleh. (Devi via email)

 

Sebenarnya Al-Quran itu sama saja. Mau yang ada terjemahan atau yang tidak ada terjemahan, yang hardcopy atau softcopy. Jadi kembali pada prinsip dasar bahwa sebenarnya wanita yang haid itu boleh baca Quran. Bagaimana dengan yang melarang? Itu merujuk pada dalil yang dhoif.

iklan donasi pustaka2

Memang ada dalil yang melarang wanita haid itu baca Quran, tetapi menurut penelitian para ahli hadist, hadist tersebut dhaif. Karena wanita haid itu tidak boleh melakukan, shalat, shaum, tawaf, dan bagi yang sudah bersuami tidak boleh melakukan hubungan intim. Itu empat hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang haid.

Ke masjid boleh, kalau hanya sekedar lewat. Kalau sebuah kedaruratan harus duduk di masjid, itu masih boleh. Nah, yang hadist nya dhaif adalah tidak boleh membaca Quran. Jadi, sebenarnya wanita haid itu boleh membaca Quran, bahkan dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah pernah bersandar ke pundak Rasul sambil membaca Quran dan beliau membiarkan. Ada yang bilang, Aisyah membaca Quran tapi tidak memegang Quran, itu sama saja, karena tetap isi Quran yang dibaca, hanya saja beliau memang hafal Quran.

Jadi sebenarnya, tidak usah ribet dengan larangan memegang Quran tanpa terjemah dan boleh memegang yang terjemah, ini jadi tidak konsisten. Di zaman Rasulullah, belum ada bentuk Quran seperti sekarang, tapi masih berserakan dalam pelepah kurma atau kulit.

Dan pada zaman Ustman bin Affan, Al Quran mulai dibukukan dan itu pun ukurannya besar. Dengan demikian, wanita yang sedang haid boleh membaca Quran, mau yang tanpa terjemah ataupun yang terjemahan, yang hardcopy atau softcopy.

Adapun dalil yang melarang wanita membaca Quran menurut analisis para ahli hadist, dalam riwayatnya ada rawi yang dhaif (lemah). Kalau lemah itu kembali pada prinsip umum, bahwa prinsipnya adalah boleh. Wallahu ‘alam bishawab.

Editor : Candra

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment