6 Kuntungan Nikah Muda, Masihkah Menundanya?

menikah

PERCIKANIMAN.ID – – Menikah dan berkeluarga serta mempunyai keturunan adalah keinginan semua orang. Sebab fitrahnya Allah Swt menciptakan segala seuatunya itu berpasangan, ada malam dan siang, ada langit dan bumi termasuk ada pria dan wanita. Kehidupan pria dan wanita dalam sebuah keluarga diawali dengan pernikahan.

Bagi seorang muslim pernikahan bukan sekedarnya menghalalkan hubungan suami istri atau terpenuhinya kebutuhan biologis semata melainkan ada tujuan mulia, selain bagian dari sunah Rasulullah Saw juga adalah ibadah kepada Allah Swt. Namun dalam realitanya masih banyak generasi muda muslim yang menunda untuk menikah dengan berbagai alasan. Ada yang berasalan belum mapan, belum kerja, masih belajar, ada cita-cita yang belum tercapai hingga karena masih muda.

iklan donasi pustaka2

Jika alasan  terakhir menjadi hal yang utama yakni masih mudah maka sebaiknya Anda membuka kembali lembaran kisah-kisah inspiratif dimana banyak sahabat Nabi bahkan kondisi kekinian pasangan muda yang menikah.  Dalam haditsnya, Rasulullah Saw menganjurkan para syabab (pemuda) untuk menikah.

Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)

Syabab biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “pemuda.” Berapakah usianya?. Ustadz Aam Amiruddin dalam buku  “Mengapa Menunda Menikah? “ menjelaskan, pemuda (syabab) adalah sesesorang yang telah mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Jika mengikuti sunah maka Rasulullah Saw menikah pada usia 25 tahun. Asalkan sudah memiliki kemampuan( ba’ah), maka ia dianjurkan untuk segera menikah.  Ternyata ada banyak manfaat menikah di usia muda di balik perintah Rasulullah Saw ini.

  1. Lebih terjaga dari dosa

Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan.

  1. Lebih bahagia

Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun.

Mengapa pasangan muda lebih bahagia? Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab (..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang sedikit.”

  1. Lebih puas dalam bercinta

Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.

Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya dan lebih hangat farjinya…”

  1. Emosi lebih terkontrol

Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.” Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat 21.

Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.

  1. Lebih mudah meraih kesuksesan

Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.

  1. Lebih baik bagi masa depan anak-anak

Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.

Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan. Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.

Dari beberapa kelebihan menikah di usia muda tersebut setidaknya dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda muslim. Menikah dan berkeluarga memang memerlukan persiapan dan pertimbangan yang matang dan cermat. Namun terlalu banyak pertimbangan hanya akan melahirkan kekawatiran dan ketakukan. Jadi, mengapa masih menunda menikah?. [ ]

 

Disarikan dari buku “Mengapa Menunda Menikah?” tulisan Dr.Aam Amiruddin.

 

Buku Mengapa Menunda Menikah

Red: admin

Editor: iman

Ilutrasi foto: norman

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment