Definisi Bahagia Seorang Muslim

Bahagia

“ Segala nikmat dunia yang kita terima adalah pinjaman dari-Nya. Dan layaknya pinjaman, pada akhirnya akan diambil lagi oleh pemiliknya”

Seorang muslimah tidak akan terpedaya oleh kehidupan dunia. Jangan sampai apa yang kita miliki di dunia, menjadikan kita terlalu bahagia hingga pada suatu waktu apa yang dimiliki diambil oleh pemiliknya, akan menjadikan rapuh, terpuruk, seakan-akan esok tidak bisa hidup karena harta kita habis. Naudzubillah. Sebagai muslimah hindari pemikiran seperti itu. Sebab, sumber kebahagiaan hidup banyak sekali pintu tidak melalui harta dunia saja.

Sahabat Rasulullah saw, Ibnu Abbas ra mendefinisikan kebahagiaan hidup itu ada tujuh tanda:

  1. Qalbun syakir (hati yang selalu bersyukur), yaitu selalu menerima apa adanya dengan cukup (qonaah), sehingga tidak akan mudah stress.
  2. Al-Azwajush shalihah (pasangan hidup yang saleh/saleha), memiliki pasangan hidup yang saleh/saleha akan menciptakan suasana keluarga yang sakinah.
  3. Al-auladul abrar (anak yang saleh/saleha), doa anak yang saleh dan saleha kepada orangtuanya dijamin akan dikabulkan oleh Allah SWT.
  4. Al-Baitush shalihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita), bergaullah dengan orang-orang saleh yang selalu mengajak pada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
  5. Al-Malul halal (harta yang halal), harta yang halal akan menjauhkan setan dari diri kita, sehingga akan memberikan ketenangan dalam hidup.
  6. Tafaquh fid-din (semangat untuk memahami agama), belajar ilmu agama akan membuat kita semakin mencintai Allah dan Rasulullah saw. cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hati kita.
  7. Umur yang barokah. Umur semakin tua, harusnya semakin saleh. Setiap detiknya diisi dengan ibadah. Inilah semangat hidup orang-orang yang berkah umurnya.

Jangan sampai harta benda dan segala kenikmatan duni ini menipu kita, bahkan sampai menjauhkan kita dari Allah. Telitilah diri kita, apakah kita sudah bahagia menjalani hidup ini sesuai dengan tuntunan Rasul, atau justru sedih karena kurangnya waktu untuk melakukan amal shaleh? Mari bermuhasabah. Wallahua’lam.

*disarikan dari buku The Real Muslimah karya Arif Rahman Lubis

donasi perpustakaan masjid

Editor : Candra

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment