Kenapa yang Ahli Ibadah Justru Hidupnya Miskin?

rezeki jualan

Pak Aam, mohon pencerahan, saya sering lihat ada orang yang ibadahnya kurang tekun, kadang shalat juga ditelantarkan, tapi dia sukses. Bisnisnya sukses dan usahanya sukses. Ada juga orang yang mengutamakan akhirat, shalatnya di awal waktu, banyak ibadah tapi duniawinya tidak sukses. Kenapa justru mereka yang lebih mengutamakan akhirat lebih berkekurangan dibandingkan yang mengutamakan dunia? (Prawira via email)

 

Sdr Prawira, sebenarnya sukses dunia itu tidak ada kaitannya dengan urusan rajin ibadah atau rajin shalat. Jadi suksesnya dunia itu kaitannya dengan ilmu dunia. Kata Rasul, siapa yang mau sukses di dunia, kamu harus belajar ilmu dunia, kalau kamu ingin sukses akhirat maka belajar ilmu akhirat.

Nah sekarang ini kita sering beranggapan, kenapa orang yang rajin shalat kok miskin? Ya dia miskin, karena mungkin dia kurang jago cari harta. Kan banyak juga yang sholeh tapi jago cari harta. Ternyata, cari harta itu kaitannya dengan keahlian, sense of business nya jalan. Dan saya pun banyak ngobrol dengan pengusaha yang sukses, modal utama bagi pengusaha itu bukan modal uang, tapi pemikiran dan kesungguhan.

BACA JUGA : Mau-Berkah Saat Cari Rezeki Lakukan 7 Hal Ini

Banyak sekali orang kaya yang memulainya dari nol. Jadi yang ingin saya luruskan terutama untuk adik-adik saya yang masih muda, kalau ingin sukses dunia ya kita harus belajar dunia, begitupun jika ingin sukses akhirat, belajarlah ilmu akhirat.

promo oktober

Jadi jangan suka menghubungkan masalah sukses dunia dengan rajin ibadah atau tidak rajin ibadah. Ada lagi kalau kita lihat ada orang yang rajin shalat dagangannya tidak laku tapi justru yang tidak rajin ibadah, dagangannya laku. Ya kita perhatikan saja perilaku orang yang berdagang itu. Ternyata orang yang tidak pernah shalat itu dia ramah ke pembeli, dia selalu memperbaiki kualitas dagangannya, dia berusaha membuat tampilan barang dagangannya menjadi menarik. Nah sementara yang rajin shalat, tampilan dagangannya standar saja, lalu tidak ramah pada pembeli dan tidak membuat si pembeli ketagihan. Tentu saja dagangannya tidak begitu laku.

Jadi saudara-saudara sekalian, terutama adik-adik yang masih muda-muda. Yuk belajar yang benar, belajar dunia dan belajar akhirat. Kenapa? Karena sesungguhnya orang itu sukses secara duniawi dengan ilmu dunia dan orang sukses secara ukhrowi dengan ilmu ukhrowi, keduanya pakai ilmu. Itu sebabnya dalam islam belajar itu hukumnya wajib dan jangan kira belajar itu hanya belajar shalat atau wudhu tapi belajar apapun. Maka do’a kita kepada Allah, Robbana atina fidhunya hasanah wafilakhirati hasanah waqina ‘adzabannar, ya Allah beri kami bahagia di dunia, dan beri kami bahagia di akhirat. Dan jika ingin keduanya, harus pakai ilmu.

BACA JUGA : Kenali 4 Penyebab Rezeki Selalu Seret

Credit pointnya bagi orang yang dekat dengan Allah, kata Rasul, “Hebatnya orang beriman kalau ditimpa sesuatu yang menyenangkan ia bersyukur, kalau ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan, dia sabar.” Jadi syukur dan sabar itu mentalnya orang beriman. Nah di sinilah fungsinya agama, kalau anda sukses tidak membuat anda lupa diri, kalau belum sukses tidak membuat anda putus asa. Kesuksesan itu kaitannya dengan ikhtiar manusia, nah nanti baru dibingkai dengan agama yaitu syukur dan sabar tadi. Ini yang perlu diperhatikan dalam kehidupan.

Jangan lupa, 70 persen pengikut Rasulullah itu adalah anak muda. Dengan demikian, islam butuh anak-anak muda yang solid, pembelajar, pekerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Jadi kita ini dalam hidup harus kerja ikhlas tapi tentu itu saja tidak cukup, harus pula kerja cerdas. Kerja cerdas saja pun tidak cukup, harus pula kerja keras bagaimana kita melaksanakan hal-hal yang benar dalam berikhtiar. Dan ada satu lagi, kita harus bekerja tuntas. “Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapapun diantara kamu yang paling bagus menjalani hidup.” (Q.S. Al-Mulk [67]: 2). Itulah tugas kita dalam kehidupan.

Editor : Candra

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

BACA JUGA : Bermaksiat Kok Malah Dapat Nikmat? Ini Rahasianya

(Visited 19 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment