Haruskah Mengusap Muka Jika Selesai Berdoa ?

Berdoa 2

PERCIKANIMAN.ID – – Sebagai seorang makhluk yang lemah, seorang muslim diperintahkan untuk berdoa kepada Allah Swt. Hal ini menandakan bahwa tiada daya dan upaya tanpa pertolongan dari-Nya. Salah satu cara yang umum dilakukan dalam berdoa adalah dengan menengadahkan atau mengangkat tangan, kemudian diakhiri dengan mengusap muka.

Lalu haruskah doa diakhiri dengan mengusap muka? Apakah tidak sah doa yang tidak diakhiri dengan mengusap muka?. Bagi kalangan yang membiasakan mengusap muka selesai berdoa sebagian berpedoman pada hadits,

iklan donasi pustaka2

 

Apabila kamu berdoa kepada Allah, hendaklah kamu berdoa dengan (menengadahkan) telapak tangan, dan janganlah kamu berdoa dengan bagian punggung keduanya, apabila kamu selesai, usapkanlah keduanya ke mukamu.” (HR.Ibnu Majah)

 

Dikutip dari buku “Hadits Lemah & Palsu Yang Populer” karangan Nurdin Latief, menjelaskan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam bab: Rof’ul Yadain fi Du’ai no. 3857 dan dalam Bab. Man Rafa’a Yadaihi fid Du‘ai Wamasaha bihimaa Wajhahu no. 1170. Dengan sanad: Muhammad bin Shabah, A’idz bin Habib, Shalih bin Hasan, Muhammad bin Ka’ab al-Quradhiyyi, Ibnu Abbas, Rasulullah Saw.

 

Dalam sanad tersebut ada rawi yang bernama Shalih bin Hasan an-Nadhari. Rawi ini dilemahkan oleh ulama-ulama hadits antara lain: Abu Hatim dan Bukhari berkata dia itu munkarul hadits. Abu Daud berkata dia itu dhaiful hadits. Nasa’i berkata dia itu matrukul hadits. (Mizanul I’tidal 3: 400 no. 3785)

 

Sesungguhnya Rasulullah Saw. apabila mengangkat kedua tangannya ketika berdoa beliau tidak menurunkannya kecuali setelah mengusapkan keduanya ke muka.”

Penjelasan:

Hadits ini di riwayatkan oleh Tirmidzi Bab Fi Raf’il Aidiyy inda Du’aai no. 330. Dengan sanad: Abu Musa Muhammad bin Mutsanna dari Ibrahim bin Ya’qub, Hammad bin Isa al-Juhani, Handhalah bin Abi Sufyan al-Juhani, Salim bin Abdillah, ayahnya, Umar bin Khattab.

 

Dalam sanad tersebut ada rawi bernama Hammad bin Isa al-Juhani atau Hammad bin Isa bin Ubaidah. Rawi tersebut dilemahkan oleh ulama-ulama hadits, di antaranya: Abu Hakim berkata dia dha’iful hadits. Abu Daud berkata dia Munkarul hadits. Ibnu Hibban berkata dia sering meriwayatkan hadits makbul.Daruquthni berkata dia dhaif. Hakim berkata, dia suka meriwayatkan hadits palsu. (Tahdzibut-Tahdzib 3: 16 no. 18)

 

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa berdoa dengan diakhiri mengusap muka bukanlah syarat utama berdoa atau tidak wajib. Meski demikian juga tidak dilarang mengusap muka usai berdoa. Terpenting adalah saling menghormati dan menghargai serta tidak saling menyalahkan bagi yang mengusap maupun tidak mengusap muka usai berdoa. Wallahu’alam. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 6 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment