Hukum Menikahi Anak Angkat

menikah

Pak Ustadz Aam, bagaimana hukumnya menikahi anak angkat, apakah boleh atau tidak? (Yana via email)

Saudara Yana dan pembaca, betul, boleh menikahi anak angkat. Jadi hati-hati, anak angkat itu termasuk yang boleh dinikahi. Rasulullah SAW, pernah menikahi mantan anak angkatnya. Berarti sebenarnya anak angkat itu boleh untuk dinikahi.

iklan donasi pustaka2

Oleh sebab itu, kalau kita punya anak angkat, sebenarnya kita harus kita jelaskan kepada dia bahwa dia adalah anak angkat. Sebab, anak angkat itu tidak mendapat warisan.

Perlu diketahui, warisan itu didapat melalui jalur pernikahan dan jalur pernashaban. Sementara anak angkat tidak termasuk dalam jalur pernikahan, juga tidak masuk dalam jalur pernasaban. Apabila seorang anak diadopsi, maka anak angkat itu tidak mendapat warisan dari ibu dan bapak angkatnya. Tapi bisa mendapatkan harta melalui hibah dan wasiat.

Apa bedanya? Kalau hibah, semasa kita hidup harta tersebut sudah kita hibahkan pada anak angkat kita. Kalau wasiat, artinya kita membuat surat wasiat bahwa jika kita meninggal, sekian dari harta itu untuk anak angkat.

Tapi nabi mengatakan, wasiat itu tidak boleh lebih dari sepertiga harta. Jadi kalau anda ibu atau bapak yang punya anak angkat, kalau mau memberikan harta lewat wasiat, maka tidak boleh lebih dari sepertiga. Atau kalau ingin lebih dari sepertiga, bisa melalui jalur hibah.

Jadi memberikan harta ketika kita masih hidup dia sudah diberi harta dari kita. Konsekuensinya karena anak angkat itu bukan ahli waris, dia pun sebenarnya bisa dinikahi oleh bapak angkatnya.

Editor : Candra

(Visited 1 times, 10 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment