Hukum Menikah dengan Adik Ipar

Assalamu’alaykum Pak Ustadz. Saya mempunyai kakak yang sudah menikah, dan istrinya punya adik. Bagaimana hukumnya menikahi adik dari istri kakak saya? Sehingga kalau saya menikahi dia akan jadi satu mertua dengan kakak saya. (Fajar via email)

 

 

Baik, ini tentu tidak apa-apa. Jadi misal, kakak anda menikah dengan kakaknya, anda menikah dengan adik dari istri kakak anda. Ya itu tidak masalah punya satu mertua. Coba anda perhatikan di dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 22-23 itu ayat tentang siapa saja yang haram untuk dinikahi.

Karena ada juga yang bertanya pada saya, bahwa Bapaknya itu menikah lagi setelah istrinya meninggal, si Bapak menikah dengan wanita yang jauh lebih muda dari ibunya. Ketika si Bapak meninggal, bolehkan anak menikahi mantan istri Bapaknya? Kalau kasusnya seperti itu maka tidak boleh.

Mari kita lihat surat Q.S An Nisa ayat 22-23:

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau (jaman jahiliyah). Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).”

promooktober1

Jadi, tidak boleh seorang anak menikahi mantan istri bapaknya. Karena sangat mungkin ketika seorang bapak punya tiga istri misalnya, dan istri ketiga nya masih sangat muda lalu diceraikan oleh bapaknya, maka dalam ayat di atas dijelaskan, tidak diperbolehkan seorang anak menikah dengan mantan istri bapaknya.

Lalu di ayat berikutnya, disebutkan, haram menikahi ibumu, anak perempuanmu, saudara perempuan, dan kakak/adik dari ayah atau dari ibu yang biasa disebut paman atau tante. Kemudian haram juga menikah dengan keponakan, ibu yang pernah menyusui, saudara sepersusuan, dan ibu tiri maupun anak tiri.

Itulah ayat yang menjelaskan wanita yang haram untuk dinikahi. Lalu ada yang bertanya, bolehkah menikah dengan saudara sepupu? Itu boleh, makanya adik-adik yang sudah berhijab, anda tidak boleh menampakkan aurat pada saudara sepupu karena saudara sepupu itu bukan mahram.

Ini yang harus diperhatikan, karena kadang merasa saudara dekat jadi biasa saja, padahal itu tidak boleh karena itu bukan mahram kita bahkan kita bisa menikah dengan sepupu.  Wallalhu’alam.

(Visited 109 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment