Ciri-Ciri Orang Taqwa dalam Surat Ali Imran

berdoa, taubat

Assalamu’alaykum Wr.Wb. Pak Aam, mohon dijelaskan kandungan surat ali Imran ayat 133-134. Kemudian hadist Afsus Salam, Ath’imut tho’am, Wasilul Arham, Shollu billayli wannasu niyam. Tolong dijelaskan ayat dan hadist tersebut? (Nia di Cianjur)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb, Nia dan pembaca yang di rahmati oleh Allah. Di surat Ali-Imran ayat 133-134 disebutkan tentang  ciri orang-orang bertaqwa, Allah berfirman yang artinya:

Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan dapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang bertakwa” [Q.S. Ali Imran [3] : 133]

Maksud ayat “mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi” artinya,  surga itu kenikmatannya tak terbatas. Ayat tersebut mengandung isyarat agar kita harus lebih banyak mohon ampun kepada Allah dengan melihat lebih banyak kekurangan dan kelemahan pada diri kita,  lalu kita memohon ampun dan perbaiki diri.

Ini isyarat yang penting dalam hidup. Jangan sampai, hidup kita lebih banyak diisi untuk mengurusi aib orang lain, untuk membahas kekurangan orang lain, untuk menyebarkan fitnah orang lain.

promooktober1

Menurut ayat tersebut, “segeralah memohon ampunan Tuhanmu” artinya, manusia itu berusaha untuk selalu memohon ampun dari kekurangan, kekhilafan, ketidaksempurnaannya, serta berusaha memperbaiki diri atas kekurangan tersebut.

Manusia itu tidak akan mungkin banyak minta ampun kepada Allah kalau dia tidak melihat kekurangan dirinya. Dengan  demikian, Allah menyuruh kita untuk mengurusi kekurangan diri kita, aib diri kita, lalu kita mohon ampun kepada Allah atas kekhilafan-kekhilafan dengan memperbaiki diri kea rah yanbg lebih baik.

Beruntunglah orang-orang yang selalu berusaha memperbaiki diri dan melihat kekurangan pada dirinya dan sungguh rugi orang yang hidupnya hanya memperhatikan dan membahas aib orang lain sampai dia lupa memperbaiki diri.

Lalu, orang taqwa itu bagaimana? Dijelaskan dalam surat Ali-Imran ayat 134, Allah berfirman yang artinya :

“ Yaitu orang yang berinfak, baik pada waktu lapang maupun sempit, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

Jadi, orang yang jika hartanya sempit, dia tetap berusaha meski sedikit untuk membersihkan hartanya. Kalau dia sedang berlimpah, maka dia keluarkan banyak hartanya untuk ibadah-ibadah sosial. Orang yang takwa,  dia bukan dendam kepada orang yang memperlakukannya buruk, tetapi memaafkan dan mendoakan. Oleh sebab itu kalau kita diperlakukan dzalim oleh orang lain, difitnah oleh oranglain, digosipin oleh oranglain. Katakan “ Ya allah,semoga allah mengampuni mereka memaafkan mereka, meluruskan hati mereka” lawanlah dengan jiwa maaf.

Jadi, orang takwa itu selalu berusaha untuk memperbaiki diri, berusaha melihat aib dirinya dan dia perbaiki kemudian dia tobat, lalu ia kendalikan kemarahannya. Kemudian, ia berusaha untuk mengasah jiwa sosialnya serta selalu ingin membantu oranglain.

Lalu apa hubungannya dengan hadist Afsus Salam (Sebarkan salam?) Jelas ini ada kaitannya. Orang takwa itu adalah orang yang gemar menyebarkan kedamaian dan kebaikan. Selalu ingin berbagi dengan orang. Bila ia memiliki kelebihan makanan, ia berbagi dengan orang lain yang kelaparan (Ath’imut tho’am) dan selalu menyambung tali silaturahmi (Wasilul Arham) kepada siapapun. Ia pun berbuat baik dan berusaha membalas keburukan oranglain dengan kebaikan. Serta Shollu billayli wannasu niyam (sholat malamlah kamu ketika orang lain terlelap).

Ciri-ciri orang taqwa yang dijelaskan oleh hadist riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad ini sangat berkaitan dengan makna dari surat Ali-Imran ayat133-134. Ayat dan hadist tersebut sama-sama menjelaskan orang yang layak masuk syurga adalah orang yang bertaqwa. Wallahua’lam.

Editor : Candra

(Visited 42 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment