Membayar Utang Puasa bagi Orang yang Sudah Wafat

kematian

Pa Ustadz, bagaimana hukumnya bagi orang yang tidak puasa Ramadhan karena sakit, lalu dia meninggal sebelum sempat membayarnya. Apakah utang puasa harus dibayar oleh ahli warisnya dengan berpuasa juga atau bagaimana? (Wahid via email)

 

Ya, saudara Wahid dan para pembaca, apabila ada di antara keluarga kita yang wafat dan beliau punya utang puasa, maka bayarkan saja fidyah nya. Jadi, bukan dipuasakan oleh anak-anaknya tapi dibayar fidyahnya.

iklan donasi pustaka2

Karena di dalam Al-Qur’an, orang sakit itu ada dua, pertama sakit yang sembuh, maka harus bayar qadha, dia mengganti di hari lain kalau sakitnya itu punya peluang untuk sembuh atau sudah sembuh sakitnya.

Tapi, kalau sakitnya ini tidak kunjung sembuh, misal sakit yang menahun, maka dia bukan bayar qadha melainkan membayar fidyah. Termasuk di dalamnya orang sakit dan ia tidak berpuasa Ramadhan namun pada akhirnya meninggal, maka ganti shaumnya dengan membayar fidyah oleh anak-anaknya.

Hitungannya misal, almarhum/almarhumah biaya makannya sehari 25.000 rupiah, dikalikan dengan jumlah ia tidak puasa, begitu caranya. Jadi bukan anak cucu nya yang berpuasa untuk almarhum/almarhumah tapi ahli warisnya membayarkan fidyahnya.  Wallahu’alam.

 

Editor : Candra

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment