Apakah Harus Langsung Mandi Besar Setelah Berhubungan Intim?

mandi

Assalamu’alaykum Wr.Wb. Ustadz, saya mau bertanya apakah setiap habis melakukan hubungan intim harus mandi besar? (Alin by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr. Wb... Alin dan pembaca sekalian. Tidak berarti setelah melakukan hubungan intim harus langsung mandi, karena mandi besar itu untuk sholat. Sebagai contoh, selepas isya anda melakukan hubungan suami-istri sebelum tidur, setelah itu anda boleh tidur sampai waktunya shalat. Misalkan, anda akan shalat tahajud ataupun shubuh, sebelum shalat anda harus melakukan mandi besar untuk shalat.

iklan donasi pustaka2

Allah berfirman yang artinya :
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Maidah [5] : 6)

Adapun mandi besar itu ada tekniknya. Dari ‘Aisyah, isteri Nabi saw, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya.

Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Hadits di atas dapat kita rinci tata cara mandi yang disunnahkan sebagai berikut:
Pertama, mencuci kedua telapak tangannya. Kedua, Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri. Ketiga, berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Keempat, menggosokkannya ke kulit kepalanya. Lalu, membasuh jasadnya sampai dengan kaki. Setelah mandi besar maka tidak perlu berwudhu lagi. Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR. Tirmidzi no. 107). Wallahua’lam.

Editor : Candra

(Visited 1 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment