Wahai Muslimah, Tegaslah Menolaknya Jika Lelaki Ini Ingin Menikahimu

berdua

PERCIKANIMAN.ID – – Mempunyai pasangan hidup dan membina rumah tangga adalah keinginan manusia, karena pada fitrahnya Allah Swt menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Pada hakikatnya Allah Swt telah menentukan jodoh setiap manusi namun tentu ikhtiar tetap harus dilakukan sebagai wujud bahwa manusia mempunyai kehendak dan keinginan. Dalam masyarakat kita sering kali kaum hawa atau wanita sering ditempatkan sebagai pihak yang pasif atau menerima pinangan dari lelaki bahkan dijodohkan oleh orangtuanya. Jika yang akan menjadi calon suami adalah lelaki baik, shalih dan berakhlak mulia tentu itu tidak menjadi masalah. Namun dalam beberapa kasus sering kali keinginan tidak sejalan dengan kenyataan.

 

Dikutip dari buku “MENGAPA MENUNDA MENIKAH” berikut ini beberapa panduan dalam memilih pasangan hidup khususnya kaum wanita atau muslimah. Hendaknya dapat mengindari atau tegas menolak lamaran lelaki yang tidak layak menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Berikut ini tipe-tipenya:

 

  1. Lelaki yang berani meninggalkan shalat

 

Orang yang berani meninggalkan shalat, berarti telah berani mengkhianati Allah, apalagi amanah manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian kami dengan mereka adalah shalat. Orang yang meninggalkannya, berarti dia telah kafir.” (HR. At-Tirmidzi)

 

Bagaimana engkau dapat mempercayai suami yang tidak memenuhi syarat pertama yang diterapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang kepadamu orang yang kau sukai agamanya…”, padahal shalat adalah pilar agama.

 

  1. Lelaki yang gemar melakukan dosa besar

 

Gaya hidup hedonisme (mengutamakan gemerlap duniawi) bisa menjadikan seorang lelaki terjerumus dalam dunia hitam misalnya, mabuk, berzina dan berjudi. Baginya kesenangan dan capaian hidup hanya diukur dari gemerlap kehidupan ini. Hidup bersama suami seperti ini sama dengan hidup di dalam neraka. Semoga mereka bertaubat kepada Allah Swt, agar Dia mengampuni mereka.

promooktober1

 

  1. Dayyuts

 

Dayyuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu kepada istri, dan membiarkan anak-istrinya terjerumus dalam maksiat. Dengan dalih kemajuan zaman, peradaban modern, dan perkembangan dunia, dia melarang istrinya berjilbab karena hal ini dianggapnya kuno dan membolehkan istrinya berjabatan tangan dengan bukan muhrimnya bahkan mengobrol, tertawa-tawa hingga bercanda dengan laki-laki lain.

 

  1. Anak mama (manja)

 

Lelaki yang manja bukanlah laki-laki sejati. Dia tidak akan mampu mengambil keputusan secara mandiri tanpa merujuk kepada ibunya. Segala sesuatunya harus mendapat persetujuan orangtuanya bahkan sekedar memberi hadiah kepada istrinya. Lelaki manja tidak akan mampu membimbing keluarganya, padahal seorang suami adalah pemimpin dalam rumah tangga.

 

 

  1. Lelaki yang sombong dan senang membanggakan diri

 

Orang yang memiliki mentalitas seperti ini tidak mengenal perasaan cinta. Dia hanya mencintai diri sendiri. Jika dia menikah, dia tidak menikah karena cinta, tapi karena nafsunya menginginkan wanita itu. Lelaku sombong hanya menganggap istrinya sebagai pelengkap kehidupan semata khususnya untuk memenuhi hasrat seksualnya. Ia akan merasa bangga karena berhasil mendapatkan istri yang cantik secara fisik dan kebanggaan itu akan disampaikan atau dipamerkan kepada teman-temannya. Namun ia tidak ingat bahwa kecantikan fisik sifatnya sementara, dimana dalam usia tertentu akan memudar dan ketika kecantikan itu sudah tidak ada lagi maka ia akan mencari kebanggaan lainnya. Demikian juga dengan kebanggaan duniawi lainnya.

 

  1. Gila kerja (workaholic)

Bekerja keras adalah salah satu tuntunan agama, namun kita juga dituntut untuk kerja cerdas. Orang yang gila kerja hanya mengenal kerja. Dia akan terus-menerus bekerja tanpa lelah dan bosan, demi kekayaan, status sosial yang tinggi, atau penghormatan orang lain. Baginya, pernikahan hanyalah pelengkap status sosial. Istri tak ubahnya sepotong perkakas rumah tangga. Jika dia butuh, dia memakainya dengan perasaan yang dingin. Banyak wanita yang terhormat dan suci yang merasakan problem seksual dan emosional karena diabaikan suami yang hanya memberikannya harta dan makanan yang lezat.

 

  1. Durhaka kepada orangtua

Pria yang seperti ini sebenarnya menderita sakit dan harus segera disembuhkan. Dia harus tahu, bahwa orang lain akan bersikap kepada dirinya sebagaimana dia bersikap kepada orang lain. Jika dia tidak berbakti kepada orang tua, tidak menuruti perintah mereka, padahal mereka memiliki hak untuk dipatuhi, apakah dia berharap istrinya akan berbakti dan menuruti perintahnya semata-mata karena dia punya hak untuk itu?

 

  1. Lelaki yang kebanci-bancian

Orang ini tidak dapat disebut laki-laki, karena sifat-sifatnya bukan sifat laki-laki; gaya, kata-kata, gerakan, dan pikirannya lebih menyerupai wanita. Dia tidak dapat diandalkan dalam kehidupan dan tidak memiliki kesiapan untuk memikul tanggung jawab. Sayangnya, lelaki seperti ini sangat banyak di zaman sekarang. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah mereka lagi.

  1. Lelaki yang kikir

 

Kekikiran adalah penyakit yang sulit disembuhkan.orang yang kikir tidak dapat menyenangkan dirinya ataupun orang lain kecuali setelah dia mati. Karena ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita bersifat kikir, belia bersabda,

“…Dan hindarilah sifat kikir, karena kekikiran telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu, membuat mereka saling bunuh dan melanggar kehormatan orang lain.” (HR. Muslim).

Menikah dan berumahtangga bukan sekedar tuntutan naluriah seorang manusia semata. Sebagai seorang yang beriman tentu menikah adalah bagian dari ikhtiar ibadah dan melaksanakan syariat-Nya. Menikah dan berumahtangga serta mempunyai keturunan adalah salah satu misi untuk mengembang dakwah dan syiar Islam. [ ]

 

Buku Mengapa Menunda Menikah

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

 

 

 

 

 

(Visited 5 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment