Menonton Infotainment, Amal Saleh Bisa Berkurang?

gosip infotainment

Assalamu’alaykum Wr.Wb Pa Aam, saya mau bertanya. Kan kalau bergosip tentang orang lain itu bisa mengurangi amal shaleh kita. Karena amal kita pindah ke orang yang kita gosipin. Nah, bagaimana jika menonton infotainment, kan di dalamnya ada gosip artis. Apa amal shaleh kita berkurang? (Rika by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb.  Saudara Rika dan pembaca sekalian. Kalau memang jelas, acara infotainment itu berisi gossip-gosip, ya jelas hal tersebut berlaku juga. Namanya juga infotainment, berita yang menjadi hiburan.

iklan donasi pustaka2

Kalau yang bicara itu adalah orang yang digosipin alias klarifikasi berita yang ada, maka itu benar dan  tidak menjadi dosa. Misalnya, si Artis X digosipkan bahwa dia mempunyai hutang, lalu dia bercerita bahwa dalam bisnis itu wajar ada hutang-piutang dan mereka sudah punya perjanjian untuk menyelesaikan hutang tersebut.

Ketika si Artis X memberikan klarifikasi, ini bukan dinamakan gossip, karena berita itu langsung dari orangnya. Nah, yang dapat menjadi gosip itu kalau orangnya tidak ada, lalu kita menceritakan.  Karena yang namanya gosip itu kata nabi  “zikru kaahoka fima yakrohu” kamu membicarakan sesuatu yang sebenernya dia tidak suka. Berarti  kalau kita membicarakan sesuatu yang disukai itu bukan gosip

Allah Ta’ala berfirman;

“Hai, orang-orang beriman! Jauhilah banyak prasangka buruk. Sesungguhnya, prasangka buruk itu dosa. Jangan kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing sebagian lain. Apakah kamu mau memakan daging saudaramu yang sudah mati? Tentu kamu jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” [Q.S Al-Hujarat:12]

Jadi, sebenarnya orang yang bergosip itu pemakan bangkai. Anda bertanya, kalau mendengarkan infotainment itu bagaimana? Nah, itu kalau orang yang sedang dibicarakan itu mengklarifikasi beritanya maka itu bukan gossip. Dalam Islam itu tidak boleh menyebarkan atau memberitakan sesuatu sampai jelas betul.

Allah Ta’ala berfirman;

“Hai, orang-orang beriman! Jika orang fasik datang kepadamu membawa berita, periksalah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan orang lain karena kecerobohanmu yang akhirnya kamu menyesali.” [QS. Al-Hujarat:6]

Maksudnya, klarifikasilah berita itu, jika tidak maka akan menjadi kedzaliman untuk orang lain. Hal itu akan menyebabkan orang yang menggosipkan orang lain mendapatkn penyesalannya luar biasa. Penyesalan itu adalah amal-amal kita akan diberikan kepada orang kita gosipkan, sedangkan orang itu dosa-dosanya akan diampuni disebabkan kehormatan dan martabatnya diinjak-injak oleh kita padahal orang tersebut tidak melakukan hal tersebut.

Intinya, di zaman yang serba digital ini kita sebagai manusia yang ‘smart’ harus bisa memilih mana berita yang jelas kebenarannya dan mana berita yang ‘hoax’. Sehingga informasi yang bagus kita sebarkan yang jelek dan mengandung unsur kebencian kita hapus. Wallahua’alam.

Editor : Candra

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment