Baca Astaghfirullah Saat Sujud dan Jumlah Rakaat Shalat Rawatib

shalat

Assalamu’alaykum Wr.Wb. Pak Aam, saya Tono di Bandung. Pada shalat berjamaah, saat sujud terakhir  imam membaca ‘astagfirullahaladzim’, apa maksudnya itu? Ketika saya baca di salah satu buku, bahwa shalat rawatib itu ada 22 rakaat.  Mohon penjelasan Pak Aam. (Tono by Email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb  Pak Tono dan pembaca sekalian yang dirahmati oleh Allah. Setahu saya, yang namanya sujud itu membaca ‘Subhaanaka allaahumma rabbanaa wabihamdika allaahummagh firlii’ atau ‘Subhaana rabbiyal a‘laa’.

Jadi ketika kita sujud, kita boleh membaca salah satu diantaranya. Tapi kalau sujud ada yang membaca ‘astagfirullahaladzim’, sejujurnya saya baru dengar dan baru tahu.

Kalau ada dalil shahihnya, bisa dilakukan. Tetapi tidak ada dalilnya,maka jangan kita lakukan. Sebab prinsip ibadah makhdhoh itu adalah ibadah yang sudah ditentukan cara mainnya, cara pelaksanaannya. Sehingga berlaku rumus ‘shollu kama roaitumuni usholli’ (shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat).

Jadi dengan demikian, bacaan ketika sujud itu adalah ‘Subhaanaka allaahumma rabbanaa wabihamdika allaahummagh firlii’ yang hadistnya lebih shahih dibandingkan ‘Subhaana rabbiyal a‘laa’ bukan ‘astagfirullahaladzim’.

kalender percikan iman 2018

Selanjutnya mengenai shalat rawatib 22 rakaat, saya belum menemukan riwayatnya. Di dalam buku yang sudah saya tulis yaitu “Sudah benarkah shalatku?” disebutkan dari sahabat Rasulullah yaitu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya beliau berkata:

“Saya hafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 10 rakaat (shalat sunnah rawatib), yaitu 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur, 2 rakaat setelah shalat Dzuhur, 2 rakaat setelah shalat Maghrib di rumahnya, 2 rakaat setelah shalat Isya di rumahnya, dan 2 rakaat sebelum shalat Subuh.” [HR.Bukhari dan Muslim]

Tambahan dari hadits lain oleh Ummu Habibah radiyallahu ‘anha , dia berkata:  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga” (HR. Muslim no. 728).

Di dalam hadits tersebut, shalat rawatib ada 12 rakaat tersebut. Yaitu 4 rakaat sebelum dzuhur dengan 2 salam, 2 rakaat setelahnya dengan sekali salam, 2 rakaat setelah maghrib dengan 1 salam, 2 rakaat setelah isya dengan 1 salam, 2 rakaat sebelum shubuh dengan 1 salam.

Ada hadist lain yang mengatakan :

“Barangsiapa yang shalat 4 rakaat sebelum dan sesudah dzuhur, maka Allah mengaharamkan neraka untuknya” (HR. Tirmidzi no. 428).

Kita gabung riwayat-riwayat tersebut untuk saling melengkapi. Jadi, shalat rawatib yang dilakukan oleh rasullullah itu bukan 22, tetapi paling maksimal yaitu 14 rakaat  dan minimal 10 rakaat.

Ada pertanyaan lain misal, untuk shalat qobla ashar bagaimana? Nah, untuk qobla ashar itu boleh dilakukan tetapi bukan rawatib. Rawatib itu artinya konsisten yang sering dilakukan rasul. Sementara qobla ashar atau qobla magrib itu jarang dilakukan, tapi boleh dilakukan. Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam juga bersabda,

“shalatlah kalian sebelum maghrib, shalatlah kalian sebelum maghrib, beliau berkata yang ketiga kalinya: bagi siapa yang menginginkan untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari nol 1183).

Sehingga shalat sunnah qobla ashar atau qobla magrib bukanlah shalat sunnah rawatib, akan tetapi hanya shalat Sunnah bisa yang boleh dilakukan boleh tidak. Wallahua’alam.

Editor : Candra

(Visited 8 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment