Muhammadiyah Sebut Menurunkan Konsumsi Rokok Dapat Kurangi Kemiskinan

PERCIKANIMAN.ID – – Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, perlunya melihat suatu masalah dari segi syariat agama dan pendekatan ilmiah. Termasuk berkaitan dengan konsumsi yang mana Islam telah menghalalkan yang baik dan menghindari yang buruk. Islam juga mewanti-wanti umatnya agar dalam hal konsumsi tidak terjatuh pada kebinasaan atau kematian.

 

“Artinya kita tidak boleh merusak diri kita sendiri,” ujarnya dalam diskusi bertema ‘Harga Rokok dan Kemiskinan: Pandangan Pemuka Agama’ di Aula PP Muhammadiyah, Jakarta, seperti dilansir hidayatullah.com, Rabu (30/08/2017).

 

Hal itu, terang Anwar, menegaskan bahwa haramnya rokok karena dalam rokok jelas terdapat zat-zat berbahaya. Di antaranya sianida, tar, formalin, dan sebagainya. Anwar mengungkapkan, Muhammadiyah telah mengharamkan rokok melalui Majelis Tarjih dan Tajdid pada Maret 2010 lalu.

 

“Kita harus berorientasi pada terciptanya kemaslahatan hidup kita. Tidak boleh merusak jiwa, akal, dan hidup,” jelasnya.

 

Terlebih, ia menilai, rokok sangat berkaitan erat dengan kemiskinan dan kesejahteraan. Menurutnya, jika intensitas merokok meningkat, racun yang masuk ke dalam tubuh juga meningkat, maka kesehatan menurun.

promooktober

 

Kemudian kesehatan akan berdampak pada produktivitas, jika menurun maka pendapatan turut menurun. Jika pendapatan menurun maka kemiskinan meningkat. Jika kemiskinan meningkat maka kesejahteraan menurun.

 

“Jadi untuk meningkatkan kesejahteraan salah satunya dengan menurunkan konsumsi rokok,” tandasnya.

 

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Bambang Wijaya mengaku setuju bahwa rokok merupakan sesuatu yang haram dan tidak baik dikonsumsi manusia.

 

Namun, menurutnya, untuk menyetop produksi rokok tidak mudah, karena berkaitan dengan unsur ekonomi yang melibatkan pemasukan negara melalui cukai dan juga jutaan buruh pabrik rokok serta para petani.

 

Karenanya, Bambang meminta, agar pemerintah menciptakan sumber-sumber ekonomi alternatif sebagai pengganti keberadaan rokok. [ ]

 

Buku Mendidik Tidak Mendadak

Red: admin

Editor:

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 14 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment