Apakah Boleh Shalat Sambil Menggendong Anak?

Shalat Gendong Anak 1

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz, saya mempunyai anak yang masih balita yang ketika saya shalat suka rewel dan mengganggu shalat saya. Untuk mengatasinya terkadang saya menggendongnya selama saya shalat. Apakah hal ini diperbolehkan dan apakah shalat saya sah? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Ani by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Ani dan pembaca sekalian, apa yang Anda alami mungkin juga dialami oleh orangtua lainnya khususnya ibu yang mempunyai balita. Menurut kalangan ulama khususnya dalam madzhab Syafi’i dibolehkan bagi seorang wanita atau ibu menggendong anaknya ketika shalat. Apakah anak itu laki-laki maupun anak perempuan tidak masalah. Demikian juga waktu mengerjakan shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah keduanya boleh sambil menggendong anak.

iklan donasi pustaka2

 
Hal ini juga pernah dilakukan atau terjadi di zaman Rasulullah Saw dimana bisa kita temukan haditsnya yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa’i, dan imam lainnya dengan dimana disebutkan,

 
Bahwasanya suatu ketika Nabi n tengah mengerjakan shalat, sementara Umamah binti Zainab (cucu Nabi), beliau panggul dipundak beliau. Apabila ruku’ beliau meletakkan anak tersebut dan apabila bangkit dari sujud beliau meraihnya lalu memanggulnya kembali.” Amir berkata: “Aku tidak menanyakan dalam shalat apakah kejadian tersebut.” Ibnu Juraij berkata: “Telah diberitakan kepadaku dari Zaid bin Abi ‘Attab dari Amr bin Sulaim bahwa shalat yang dimaksud adalah shalat Shubuh.”

 
Dalam hadits lain juga diceritakan oleh Syaddad bin Aus dari ayahnya (Aus) yang berkata,

 
Suatu ketika Rasulullah n keluar menemui kami pada salah satu waktu shalat (Zhuhur atau Ashar) sedang beliau saat itu tengah menggendong Hasan atau Husein. Rasulullah n lalu maju lantas meletakkan anak tersebut lalu bertakbir mengerjakan shalat. Ketika sujud di tengah-tengah shalatnya, beliau melakukannya dengan sujud yang lama. Ketika aku (Aus) mengangkat kepalaku, teryata aku melihat anak tersebut sedang “kuda-kudaan” di punggung Rasulullah n yang tengah sujud. Akupun lalu sujud kembali. Usai shalat para jama’ah berkata: ‘Wahai Rasulullah, di tengah-tengah shalat tadi engkau melakukan sujud yang begitu lama hingga kami mengira telah terjadi sesuatu pada diri tuan atau ada wahyu yang sedang diturunkan kepada tuan. Ada apa gerangan yang sebenarnya?’ Beliau bersabda:‘Semua itu tidak terjadi. Melainkan cucuku ini sedang menunggangiku sehingga aku tidak suka memperpendek sujudku, agar anak ini bisa menunggangiku hingga puas. ” (HR. Ahmad dan Hakim)

 
Berangkat dari keterangan tersebut, menurut hemat saya, boleh atau sah-sah saja seorang ibu atau ayah menggendong anak kecil dalam shalat baik dalam shalat fardhu maupun dalam shalat sunnah. Namun ada pendapat khususnya dari kalangan madzhab Maliki yang hanya membolehkan hal ini yakni menggendong anak ini dalam shalat sunnah saja. Sementara untuk shalat fardhu mereka tidak membolehkan.

 
Kalau hemat saya yang lebih tepat dalam hal ini adalah madzhab Syafi’i sebab mereka mengemukakannya berdasar dalil yang jelas dan shalih. Madzhab Syafi’i juga menyampaikan dimana Rasulullah Saw melakukan hal itu ketika shalat fardhu. Meski sebagian kalangan menganggap bahwa Rasulullah tidak sengaja menggendong cucunya namun kalangan ulama madzhab Syafi’i apa yang dilakukan Rasulullah tersebut sebagai isyarat bolehnya menggendong anak ketika sedang shalat.

 
Untuk membahasnya lebih dalam dan jelas saya sudah menulis dalam sebuah buku yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU ?”. Dimana dijelaskan tentang atau bab tentang shalat baik fardhu maupun yang sunnah berikut dalilnya. Wallahu’Alam. [ ]

 

buku sudah benarkah shalatku

Editor: iman
Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment