Saat Haji Bolehkah Wanita Ziarah Kubur?

Wanita Ziarah Kubur 1

Assalamu’alaykum. Pak Aam, dalam sebuah pengajian saya pernah mendengar bahwa diharamkan bagi wanita melakukan ziarah kubur, bahkan katanya akan dilaknat, benarkah demikian? Lalu bagaimana saat kita melaksanakan ibadah haji atau umroh yang berziarah ke makam Rasulullah atau para sahabat? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Nurjanah by email)  

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya bu Nurjanah dan pembaca sekalian, apa yang Anda dengar atau informasi yang Anda dapatkan tertera dalam riwayat berikut dimana Abu Hurairah r.a. berkata,

iklan donasi pustaka2

 

”Sesungguhnya Rasulullah saw. melaknat perempuan-perempuan yang berziarah ke kuburan.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Hibban).

 

Bertolak dari hadits ini maka wajarlah kalau ada yang mengharamkan wanita untuk ziarah atau mengatar mayat ke kubur. Bahkan ada beberapa kelompok atau komunitas sebuah pengajian yang sangat keras mengharamkan ziarah kubur bagi wanita ini.

 

Namun ada juga ulama yang membantahnya, dimana kalimat ”melaknat” pada hadits diatas  tidak menunjukkan pada hukum haram, tapi menunjukkan hukum makruh. Hal ini bertolak pada keterangan-keterangan berikut. Ummu ’Athiyyah r.a. berkata,

 

”Kami (para wanita)  dilarang mengantar jenazah, tetapi tidak diharamkan atas kami.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

 

Nah, kalimat ”… tetapi tidak diharamkan atas kami…” pada hadits ini menunjukkan bahwa larangan bagi wanita untuk mengantar mayat atau berziarah ke kuburan tidak sampai derajat haram, tetapi  hanya makruh saja.

 

Dalam keterangan lain Aisyah  r.a. pernah bertanya kepada Nabi saw.,

 

”Ya Rasulullah, apa yang harus saya baca ketika ziarah kubur?” Nabi Saw. menjawab, ”Assalamu ’Alaikum Ahladdiyaar minal mukminnin … (H.R. Muslim). Hadis ini memberi isyarat bahwa Rasulullah Saw mengizinkan Aisyah menziarahi kubur, bahkan beliau berkenan mengajarkan doanya.

 

Begitu pun keterangan yang disampaikan oleh Anas bin Malik r.a. yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah melewati sebuah kuburan dan beliau melihat seorang ibu yang sedang menangis karena kematian anaknya. Lalu Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, ”Bertakwalah kamu kepada Allah dan bersabarlah…” (H.R. Bukhari dan Muslim).

 

Dari riwyat atau kisah ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. tidak menyalahkan bahkan tidak sampai mengharamkan  wanita tersebut berada di kuburan. Namun Rasulullah Saw hanya menasihati agar sabar dan takwa.

 

Bertolak dari sejumlah hadis di atas menurut hemat saya bahwa tidak diharamkan bagi wanita untuk berziarah atau mengantar jenazah ke kubur. Hukumnya sebatas makruh.

 

Dengan demikian maka wanita yang sedang melaksanakan ibadah umroh atau haji kemudian melakukan ziarah ke makam Rasulullah atau pun makam para sahabat tentu tidak diharamkan. Sebab, salah satu hikmah dari ziarah kubur adalah untuk mengingat kematian. Hari ini kita sehat, bisa jadi esok meninggal dan di kubur sehingga kita akan senantiasa melakukan amal shalih.  Wallahu A’lam. [ ]

 

 

 Buku insya Allah sakinah 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment