Hukum Berhias Bagi Wanita

kosmetik

Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana hukum berhias bagi wanita yang sudah menikah atau yang belum menikah? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Sarah via emai)

 

Wassalamu’alaykum Wr Wb. Saudari Sarah dan para pembaca, berhias pada seorang wanita itu merupakan anjuran. Wanita itu jangan kucel dan kumel, jadi jangan beranggapan bahwa berhias itu suatu yang nista, justru itu ibadah. Rasulullah pernah ditanya, “Ya Rasulullah, bagaimana ciri wanita shalehah?” kata Nabi, “Kalau suami menyuruh, dia taat” disini maksudnya apabila suami menyuruh pada hal yang baik, jika suami menyuruh hal yang buruk maka boleh ditolak. Karena ada keterangan yang mengatakan, tidak boleh taat kepada siapapun yang menyuruh pada maksiat. Jangankan suami, jika Ayah atau Ibu kita menyuruh maksiat pun harus kita tolak.

Lalu ciri wanita shalehah selanjutnya yang disampaikan Nabi adalah, ketika suami tidak ada di rumah, dia menjaga amanah suami. Yaitu amanah harta, amanah anak, dan amanah kehormatan. Itu sebabnya jika seorang istri ingin bepergian diluar kebiasaan seperti ke pasar, mengantar anak atau ke pengajian, maka istri harus memberi tahu suami. Itulah yang namanya menjaga amanah. Jadi kalau istri tiba-tiba pergi tidak ada kabar, itu termasuk istri yang tidak amanah.

Kemudian, seorang wanita dapat dikatakan shalehah apabila suami memandang, ia enak dilihat. Jadi kalau ada yang bertanya bagaimana hukum bersolek bagi seorang wanita, bagi yang sudah menikah bersolek dihadapan suaminya itu wajib. Karena seorang isteri harus tampak nyaman dilihat. Lalu bagaimana bila bersolek ketika keluar rumah? Ya tidak apa-apa, karena itu akan menjaga kehormatan suami. Jadi jika bersolek ketika keluar rumah untuk menjemput anak, diniatkan untuk menjaga kehormatan suami agar tidak ada omongan-omongan dan prasangka-prasangka buruk dari orang yang melihat karena penampilan yang tidak enak dipandang. Ini berlaku juga untuk suami. Seorang suami ketika diluar rumah pun harus enak dilihat demi menjaga kehormatan istri. Sebab jika seorang suami berpenampilan rapi dan bersih, istri akan mendapat pujian karena pandai mengurus suami.

Jadi jangan anggap penampilan itu bukan ibadah. Bahkan Rasulullah pernah mengatakan, “Allah itu indah, dan menyukai keindahan.” Jadi usahakan di rumah maupun diluar rumah agar terlihat indah. Ini berlaku bagi yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Yang tidak boleh adalah berperilaku jahiliyah, maksudnya berdandan yang “berlebihan”. Namun kalau berdandan agar enak dilihat, tentu tidak ada masalah. Memang enak dilihat itu menjadi wilayah yang relatif, tapi yang pasti setiap perempuan bisa mengukur diri, dandanan mereka berlebihankah atau sudah layak dilihat tergantung kemana anda mau pergi. Intinya, ini adalah hal yang dianjurkan. Wallahu ‘Alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

Buku Fiqh Wanita 1

(Visited 7 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment