Hukum Mengeraskan Bacaan Shalat Dzuhur

anak shalat

Assalamu’alaykum, Pa Aam, saya pernah ikut  shalat dzuhur berjamaah yang bacaannya dikeraskan. Apakah  hal itu dicontohkan oleh Rasulullah? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Berry via email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Bery dan pembaca sekalian, kalau kita lihat riwayat-riwayat tentang bacaan surat ketika shalat berjamaah, sesungguhnya itu ada yang tidak dikeraskan seperti shalat Dzuhur atau Ashar. Namun ada pula yang dikeraskan, contohnya, Maghrib, Isya dan Subuh.

iklan donasi pustaka2

Tetapi ada riwayat yang menunjukkan bahwa, ketika Rasulullah Saw membaca surat saat shalat Dzuhur, kata sahabat, Rasulullah kadang memperdengarkan. Artinya ini beliau mengeraskan bacaannya hingga terdengar sahabat yang berjamaah di belakangnya. Jadi sebenarnya kalau ada yang shalat Dzuhur dikeraskan bacaannya, memang ada riwayatnya “wa yusmi ‘una”, kata sahabat, terkadang Rasul memperdengarkan bacaan shalat. Itu artinya hanya sesekali saja tidak menjadi kebiasaan.

Namun seringnya Rasulullah Saw, membaca surat saat sholat Dzuhur dan Ashar beliau tidak mengeraskannya. Dan beliau mencontohkan kepada kita membaca surat yang lebih panjang pada rakaat pertama dari pada rakaat kedua.

Terkait dengan bahasan shalat ini saya sudah menjelaskannya dalam sebuah buku yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU?” dimana didalamnya dijelaskan hukum berikut dalil tentang shalat baik bacaan maupun gerakannya. Isya Allah dapat membantu memahami tentang ibadah shalat yang kita kerjakan baik yang wajib maupun yang sunah .Wallahu ‘alam. [ ]

 

buku sudah benarkah shalatku

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment