Tata Cara Tayamum yang Dicontohkan Nabi Saw

tata cara tayamum

Pak Ustadz Aam, saya mau bertanya tentang tayamum. Bagaimana sesungguhnya cara bertayamum? Ada yang dua kali menepukkan tangan, ada yang satu kali, sebenarnya bagaimana yang dicontohkan Nabi saw? (Kemas via email)

 

Saudara kemas, saya pikir kita perlu merujuk kepada apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Misalnya yang tercatat dalam shahih Bukhari, Amar berkata,

iklan donasi pustaka2

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ إِنِّى أَجْنَبْتُ فَلَمْ أُصِبِ الْمَاءَ . فَقَالَ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَمَا تَذْكُرُ أَنَّا كُنَّا فِى سَفَرٍ أَنَا وَأَنْتَ فَأَمَّا أَنْتَ فَلَمْ تُصَلِّ ، وَأَمَّا أَنَا فَتَمَعَّكْتُ فَصَلَّيْتُ ، فَذَكَرْتُ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِكَفَّيْهِ الأَرْضَ ، وَنَفَخَ فِيهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ

Ada seseorang mendatangi ‘Umar bin Al Khattab, ia berkata, “Aku junub dan tidak bisa menggunakan air.” ‘Ammar bin Yasir lalu berkata pada ‘Umar bin Khattab mengenai kejadian ia dahulu, “Aku dahulu berada dalam safar. Aku dan engkau sama-sama tidak boleh shalat. Adapun aku kala itu mengguling-gulingkan badanku ke tanah, lalu aku shalat. Aku pun menyebutkan tindakanku tadi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda, “Cukup bagimu melakukan seperti ini.” Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dengan menepuk kedua telapak tangannya ke tanah, lalu beliau tiup kedua telapak tersebut, kemudian beliau mengusap wajah dan kedua telapak tangannya. (HR. Bukhari no. 338 dan Muslim no. 368)

Ini artinya, Rasul melakukannya dengan satu tepukan atau satu tempelan tangan. Ini dikuatkan juga oleh hadist shahih lain yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Amar bin Yasir berkata,

“Aku bertanya kepada Nabi tentang tayamum, Nabi memerintahkan agar aku menepukkan dua telapak tanganku lalu aku mengusap wajah dan telapak tangan cukup dengan satu kali tepukkan.”

Jadi sebenarnya, merujuk pada hadist shahih Bukhari dan Abu Daud, tayamum itu menepukkan telapak tangan ke tempat yang ada debu, dan sekiranya di telapak tangan itu masih ada sisa pasir atau segala macam, bisa anda tiup atau anda buang, lalu usapkan ke wajah dan telapak tangan. Cukup dengan satu tepukkan untuk wajah dan telapak tangan. Itu untuk riwayat yang shahih.

Nah di kita ada yang bertayamum dengan satu tepukkan untuk wajah dan satu tepukkan untuk tangan sampai sikut, tentu saya menyimpulkan hal ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada yang melakukan hal itu.

Tapi kalau anda membaca hadist riwayat yang shahih tentang tayamum, terdapat kata yang hanya memerintahkan satu kali tepuk. Bagi yang melakukan dengan dua kali tepuk, mungkin perlu ditinjau lagi riwayatnya. Wallahu ‘alam.

BACA JUGA  : Hukum Bersuci dengan Tisu

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment