Bolehkah Wanita Menopause Tidak Berjilbab?

ibu dan anak

 

Assalamu’alaykum. Pa Aam menurut dokter dalam beberapa bulan lagi ibu saya akan memasuki masa menopause. Menurut teman saya katanya kalau seorang wanita sudah menopause atau tidak haid maka ia boleh membuka jilbabnya. Apakah benar wanita yang sudah menopause diperbolehkan untuk tidak mengenakan jilbab? . Mohon penjelasannya dan terima kasih.  (Sari by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya  teh Sari, karena kalau dibaca sebenarnya ini permasalahan ibu Anda yang akan masuk usia menopause. Begini terkait dengan yang Anda tanyakan apakah ibu Anda atau wanita  yang sudah menopause boleh melepaskan jilbabnya?. Untuk permasalahan ini  memang setidaknya ada dua pendapat.

iklan donasi pustaka2

Pertama, pendapat yang membolehkan wanita menopause tidak berjilbab atau menutup rambut kepalanya. Pendapat ini merujuk pada ayat berikut.

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan berhenti  mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.  (Q.S. An-Nur 24: 60)

Apabila ayat ini dijadikan alasan untuk membolehkan wanita yang sudah menopause untuk tidak menutup aurat maka pendapat tersebut terlalu dipaksakan, sebab yang dimaksud ayat di atas bukan ditujukan pada wanita yang sudah menopause semata, tetapi dimaksudkan untuk kaum wanita menopause yang sudah sangat tua dan pikun, karenanya di ayat itu ada penegasan “… mereka tidak bermaksud menampakkan perhiasan”. Kalimat ini menunjukkan bahwa wanita tersebut melakukannya karena pikun atau sudah renta serta tidak lagi menarik perhatian lawan jenis.

 

Kedua, ada ulama yang berpendapat bahwa wanita sudah menopause tetap wajib mengenakan jilbab atau menutup aurat rambut dikepalanya. Pendapat atau dalilnya akan jawaban ini dengan mengacu pada firman Allah Swt,

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”  (Q.S. Al Ahzab 33: 59)

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya… “   (Q.S. An-Nur 24: 31)

Jadi menurut hemat saya, sepakat kalau wanita yang berhenti haid atau menopause tetap wajib berjilbab atau menutup rambutnya seperti sediakala atau ketika sebelum menopause. Alasannya salah satunya,bukankah untuk zaman sekarang, sangat banyak wanita yang sudah menopause tapi penampilannya masih fresh dan tidak pikun atau masih berpenampilan menarik.

Sebab begini, sesuai perkembangan zaman saat ini anak gadis atau anak wanita mengalami haid pertama lebih cepat dibanding zaman dulu. Kalau wanita zaman dulu biasa akan mengalami haid pertama pada usia 13 atau 14 tahun namun di zaman sekarang dalam beberapa kasus ada anak wanita usia 8 atau 10 tahun sudah mengalami haid pertama. Sehingga berdampak juga pada masa menopausenya yang lebih awal. Menurut data medis atau cerita seorang dokter saat ini ada juga wanita usia 45 atau 48 tahun sudah mengalami menopause, padahal kan usia segitu seorang wanita masih mungkin berpenampilan fresh.

Dengan demikian, menurut hemat saya, wanita yang sudah menopause tapi masih berakal sehat alias tidak pikun, bahkan masih berpenampilan fresh masih tetap wajib menutup aurat sesuai ketentuan yang termaktub dalam Surat Al Ahzab (33) ayat 59 dan An-Nur (24) ayat 31 walaupun mereka sudah dianggap tua. Wallahu a’lam. [ ]

Buku Fiqh Wanita 1

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment