Membalas Perbuatan Buruk dalam Islam

bersalaman

Assalamu’alaykum Wr.Wb. Ustadz, apa yang sebaiknya harus dilakukan, jika ada salah satu saudara atau keluarga kakak kandung yang kondisinya sudah menikah, tetapi sudah tidak mau berhubungan dengan neneknya, karena dahulu ada masalah yang menyebabkan mereka masih dendam dan tidak mau memaafkan keluarga kami. Dahulu pernah dilakukan islah (bermaaf-maafan) tapi tetap tidak mau berhubungan lagi. Apa yang harus kami lakukan? ( Ibu Djubaidah by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb, Ibu Djubaidah yang dimuliakan oleh Allah. Tugas kita adalah berusaha berbuat baik kepada orang lain. Jika mereka memperlakukan kita dengan buruk, memutuskan tali silahturahmi kepada kita, itu bukan urusan kita. Tugas kita adalah selalu bersilaturahmi dan berbuat baik kepada siapapun.

Dalam Q.S. 13-22 disebutkan ‘wayadrauuna bil hasanatissaiyiat’ dan mereka selalu membalas keburukan orang lain itu dengan kebaikan.

Allah juga berfirman dalam Q.S Ali Imran [3]  ayat 159

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”

promooktober

Jika saudara kita melakukan keburukan kepada kita, maka maafkan serta mohonlah ampun untuk mereka. Jika memutuskan tali silaturahmi, maka sambunglah kembali tali silaturahmi. Tugas kita sebagai umat muslim hanya mendoakan saja agar saudara kita diampuni dosanya. Wallahu’Alam.

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

buku doa orang-orang sukses

(Visited 6 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment