Ketentuan Shalat di Kendaraan

macet

Assalamu’alaykum Pak Aam, saya mau tanya, bagaimana ketentuan shalat di kendaraan? Apakah  apakah semua shalat boleh dilakukan atau hanya shalat sunnah saja? (Riza by email)

 

Wa’alaykumsalam, Iya Pak Riza dan pembaca sekalian, kalau kita cermati dalam hadist riwayat Bukhari, yang berkaitan dengan shalat di kendaraan itu hampir semuanya berbicara tentang shalat sunnah. Misalnya di dalam hadist riwayat Imam Bukhari, Amr Ibnu Rabi’ah berkata :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat sunnah di atas kendaraannya menghadap ke arah kendaraan mengarah, beliau berisyarat dengan kepalanya.”

Rasulullah SAW ketika di kendaraannya beliau shalat tahajjud sesuai dengan arah kendaraannya berjalan. Padahal, kita tahu seekor unta itu gampang sekali dihentikan. Dan tentunya unta itu seratus persen dikendalikan oleh kita. Ini mengandung makna bahwa kita bisa shalat tahajud di kendaraan.

Lalu bagaimana dengan shalat sunnah lain seperti dhuha? Tentu boleh. Jadi, jika Anda sedang berada di kereta dan masuk waktu dhuha, sangat mungkin anda melaksanakan shalat dhuha. Kecuali tentu saja shalat-shalat yang ada kaitannya dengan shalat wajib, misalnya shalat rawatib tentu anda tidak bisa melakukannya dalam keadaan shalat itu dijamak. Perlu diketahui, shalat sunnah yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saat safar apabila shalat tersebut dijamak. Ini merujuk pada hadist shahih Bukhari, kata Ibnu Umar,

“Rasulullah shalat maghrib dan isya dijamak. Setiap Rasulullah shalat, beliau qomat. Dan Rasulullah tidak shalat sunnah diantara shalat-shalat tersebut dan tidak pula setelahnya.”

Jadi, apabila anda sedang berada di kendaraan seperti pesawat atau kereta dan ingin menjamak shalat, maka shalat rawatib itu gugur. Tetapi jika anda berada di kendaraan yang bisa anda kendalikan sendiri seperti mobil, tentu saja afdhol-nya kita mencari masjid atau mushala. Ini merujuk pada hadist dari Imam Bukhari, bahwa Amr bin Rabi’ah berkata,

Aku melihat Rasulullah SAW di kendaraannya, beliau mengisyaratkan shalatnya, dan Rasulullah tidak lakukan itu dalam shalat wajib.”

Hadist shahih Bukhari tersebut mengisyaratkan bahwa kalau kita sedang berada di perjalanan, dan mobil yang kita tumpangi adalah mobil pribadi atau dalam rombongan yang bisa kita kendalikan, jika masuk waktu shalat wajib, sebaiknya berhenti dan cari rest area atau masjid. Tapi sekiranya kita naik kendaraan diluar pengendalian kita, silakan shalat wajib di kendaraan, hal ini dikarenakan kedaruratan.

Dan jangan lupa ketika menjamak shalat, tidak ada shalat sunnah rawatib diantara shalat yang dijamak itu. Itulah hal-hal yang berkaitan dengan shalat di kendaraan. Islam adalah agama yang sangat mudah. Jadi apabila kita berusaha memahami Islam, kita akan sadar bahwa agama Islam adalah agama yang mudah untuk diamalkan. Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca buku saya yang berjudul “SUDAH BENARKAH SHALATKU“, didalamnya bahas juga mengenai cara shalat saat bepergian. Wallahu’Alam. [ ]

 

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

buku sudah benarkah shalatku

 

(Visited 19 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment