Apakah Tidur Membatalkan Wudhu?

Tidur di masjid 1

Assalamu’alaykum, Pak Aam dalam sebuah diskusi kecil di masjid sekitar rumah ada yang berpendapat bahwa orang yang tertidur harus berwudhu lagi jika hendak melakukan shalat meski pun ia tidur di masjid sambil duduk. Namun ada yang berpendapat bahwa tertidur saja tidak sampai membatalkan wudhu. Mohon penjelasannya mana pendapat yang benar?. Terima kasih  ( Khalil by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Khalil dan pembaca sekalian,terkait pertanyaan Anda soal wudhu ini ada dalam bahasan thaharah atau bersuci yakni hal-hal yang dapat membatalkan wudhu. Setidaknya ada dua pendapat yang dapat kita ambil seperti yang Anda sampaikan.

iklan donasi pustaka2

Pendapat pertama, menyatakan bahwa tidur atau tertidur tidak sampai membatalkan wudhu. Pendapat itu berlandaskan keterangan berikut ini,

Suatu ketika para sahabat Rasulullah Saw. menunggu waktu shalat Isya sampai kepala mereka teranggukangguk (tertidur), kemudian mereka shalat tanpa berwudhu dulu” (HR. Abu Daud dari Anas bin Malik r.a.)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa para sahabat tertidur menunggu shalat Isya, lalu mereka shalat tanpa wudhu lagi. Dari kasus atau kejadian di zaman Rasulullah Saw ini, ada sejumlah pakar hadits yang menyimpulkan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu.

Pendapat kedua, menyatakan bahwa tidur bisa membatalkan wudhu. Alasannya juga berdasarkan sabda Rasulullah Saw. berikut ini,

Pengikat dubur itu kedua mata. Barang siapa yang tidur, hendaklah dia berwudhu” (HR.Ibnu Majah dari Ali bin Abi Thalib r.a.).

Kalau dianalisis, kedua hadis tadi seperti bertentangan. Hadis pertama, menjelaskan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu, sedangkan pada hadis kedua menunjukkan bahwa diharuskan wudhu ketika tertidur. Kedua riwayat tersebut bisa kita pakai, yaitu dengan cara menggabungkan (thariqatul jam‘i) makna keduanya. Jadi, kalau tertidur dan yakin tidak batal, kita tidak perlu berwudhu lagi alias tidur tersebut tidak membatalkan wudhu. Namun, kalau ragu atau ada kekhawatiran ketika tertidur kita kentut atau sampai memegang kemaluan misalnya maka silakan berwudhu lagi supaya kita yakin.

Jadi menurut hemat saya, jika kita hanya tertidur, mungkin hanya beberapa menit dan yakin tidak ada hal yang membatalkan wudhu maka tidak perlu wudhu lagi jika hendak melaksanakan shalat. Namun jika kita merasa tertidur sampai terlelap bahkan dalam beberapa jama,misalanya maka lebih baik berwudhu lagi jika hendak mengerjakam shalat. Sebab kita tidak tahu atau tidak sadar bahwa selama tertidur tersebut kita melakukan hal yang dapat membatakan wudhu misalnya buang angin (kentut) dan sebagainya.

Jadi berwudhu usai tertidur itu lebih baik atau utama untuk berjaga-jaga agar kita tenang dalam melaksanakan sahalat. Tidak ada was-was atau keraguan dan itu menurut saya dapat menjaga kekusyukan shalat kita. Untuk lebih detailnya Anda bisa membaca buku saya yang berjudul JANGAN HANYA 5 WAKTU,Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunah. Didalamnya dibahas juga masalah wudhu dan hal yang dapat membatalkan wudhu. Wallahu’Alam.  [ ]

 

Buku Jangan Hanya 5 Waktu

Editor: iman

Ilustrasi foto: dewimalaysia

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment