Cara Tangani Luka dan Lecet Pada Kulit Saat Haji

kabah

 

PERCIKANIMAN.ID – – Melakukan ibadah haji menyebabkan orang harus berjalan dari satu tempat ketempat yang lain tentu saja dilakukan secara berkelompok bahkan berdesak-desakan, oleh satu dan lain seringkali alas kaki hilang atau copot sendiri dan sulit ditemukan. Padahal perjalanan harus tetap dilanjutkan, mereka yang kehilangan sandal/selop akan berjalan tanpa alas kaki,  telapak kaki menjadi tidak terlindung sama sekali dari kerikil dan benda-benda berbahaya lain, berjalan kaki untuk menempuh jarak yang relatif jauh dibawah terik matahari tanpa memakai alas kaki akan menyebabkan perlukaan pada permukaan telapak kaki. Permukaan telapak kaki jadi melepuh, ada cairan dibawah kulit, sehingga pasien tak dapat lagi berjalan dengan normal, akibat menanggung sakit setiap menapakkan kaki diatas permukaan tanah.

Bagi mereka yang mempunyai penyakit diabetes mellitus (kencing manis) jika mendapat gangguan pada permukaan kulit  misalnya terjadi perlukaan pada kulit maka hal ini bisa menjadi sangat serius. Luka kulit pada penderita diabetes sulit sembuh dan cepat mengalami infeksi/terjadi komplikasi jika dibanding dengan mereka  yang tidak menderita DIABETES (kencing manis),  tanda perburukan yang dapat dilihat adalah luka menjadi membengkak dan warna sekitar luka berwarna merah gelap bahkan ada bau yang tidak enak dari luka tersebut. Perlukaan dapat semakin memburuk jika terjadi jaringan mati (nekrose) sampai pada jaringan yang lebih dalam sehingga harus dilakukan  pemotongan jaringan tubuh bahkan amputasi pada jari tangan/kaki jika mengenai jari tangan atau jari kaki.

iklan donasi pustaka2

Tindakan Pertolongan:

Bagian kulit  kaki yang melepuh  sebaiknya digunting dan dikeluarkan kemudian bagian  dalam yang terbuka/ luka dibubuhi  antiseptik dan  ditutup dengan verban/kasa, dianjurkan agar pasien mengurangi kegiatan yang menggunakan kaki (berjalan kaki), luka jangan sampai basah, penyembuhan cukup cepat jika orang yang terkena tidak menderita penyakit diabetes.

Untuk penderita penyakit diabetes luka-luka dibersihkan kemudian dibubuhi antiseptik dan diberi antibiotik, kadar gula darah harus dipantau dan diberi obat anti diabetik sesuai prosedur pengobatan diabetik. Perkembangan luka harus dipantau dengan cara mengganti verban /kasa pembalut setiap hari untuk melihat keadaan luka tersebut apakah semakin memburuk atau menjadi sembuh.

Pencegahan luka/lecet

Untuk menjaga agar tidak terjadi perlukaan pada telapak kaki maka jamaah haji disarankan agar membiasakan Memakai alas kaki setiap melakukan perjalanan kalau perlu membawa alas kaki cadangan, jika alas kaki copot atau hilang ditempat keramaian usahakan berimprovisasi dengan memungut sandal bekas yang tercecer untuk dimanfaatkan sementara dipakai berjalan kaki sampai  tiba kembali ke tenda. Kehilangan alas kaki sangat sering terjadi pada saat melakukan  prosesi ibadah haji pada tempat keramaian.

Setiap luka lecet perlu diwaspadai atau segera dirawat terutama untuk mereka yang diabetes. Seperti sudah diuraikan sebelumnya.

Lebih baik membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal sewaktu akan berkunjung ke Masjidil haram baik di Makkah atau di Madinah, adalah tindakan yang bijaksana karena sandal yang sudah dimasukkan kedalam kantong plastik bisa dibawa masuk dan lebih aman agar tidak tercecer, namun demikian kadang-kadang penjagaan  pada pintu masuk masjid menjadi super ketat dan semua bungkusan ditaruh diluar dalam keadaan seperti ini maka jamaah harus tahu betul lokasi tempat mereka menyimpan sandal. [ ]

Al Muasir 1a

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: al arabiya

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment