Forum Ulama dan Tokoh Jabar Tolak Perppu Ormas

Demo Forum Ulama Jabar 1a

PERCIKANIMAN.ID — Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Ulama dan  Tokoh (FUT) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa dan orasi terkait terbitnya Perppu No.2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.17 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Iring-iringan massa dimulai dari depan Masjid Pusadai menuju halaman depan Gedung Sate Jl.Diponegoro Kota Bandung , Jumat (11/8/2017). Dalam orasinya mereka mengemukakan bahwa tertibnya Perppu tersebut dapat memasung hak berserikat dan berkumpul yang dijamin oleh Undang-undang.

 

Selain melakukan orasi, massa juga membentangkan spanduk dengan berbagai ukuran dan tulisan yang intinya menolak terbitnya Perppu Ormas. Beberapa tokoh ormas Islam juga melakukan orasi secara bergantian. Diakhir aksi perwakilan massa membacakan pernyataan sikap Forum Ulama dan Tokoh (FUT) Jabar sebagai berikut:

 

  1. Menolak keras terbitnya Perppu tersebut karena sesungguhnya tidak ada alasan yang bisa diterima atas terbitnya Perppu tersebut. Semestinya pemerintah menjadi pihak yang pertama dalam ketaatan kepada hukum, bukan justru menghindari dan ketika merasa kesulitan dalam menghadapi sebuah ormas lalu membuat peraturan baru.

 

  1. Secara substansial, Perppu tersebut mengandung sejumlah point yang dapat membawa begeri ini kepada era rezim diktator. Antara lain:

 

Pertama, dihilangkanya proses pengadilan dalam mekanisme pembubaran sebuah ormas (pasal 61) sehingga dapat membuka pintu tindakan kesewenang-wenangan dari pemerintah.

 

Kedua, adanya ketentuan yang bersifat karet seperti larangan melakukan tindakan permusuhan terhadap SARA (pasal 59-3), dan penyebaran paham lain yang dianggap bakal mengganggu Pancasila dan UUD 1945 (pasal 59-4) yang berpotensi dimaknai secara sepihak untuk menindas pihak lain.

BACA JUGA  Kontroversi Viktor Laiskodat, MUI: Jangan Bawa Ke Umat, Bisa Jadi Masalah Besar

 

Ketiga,adanya ketentuan pemidanaan terhadap anggota ormas dan pengurus ormas (pasal 82-a) yang  menunjukan Perppu ini menganut prinsip kejatahatan asosiasi dalam mengadili pikiran dan keyakinan, sesuatu yang selama ini justru ditolak.

 

  1. Berdasarkan semua hal diatas maka publik semakin tahu bahwa pemerintahan yang berkuasa saat ini represif dan anti Islam. Hal ini dibuktikan dengan adanya kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam serta pencekalan terhadap aktivis dakwah.

Aksi damai yang berakhir menjelang shalat Jumat tersebut juga diikuti kalangan mahasiswa dan pemuda. Massa juga membagikan selebaran yang mengajak untuk menolak adanya Perppu Ormas tersebut. [ ]

Al Muasir 4a

Rep: iman

Editor: candra

Foto-foto: iman

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment