Mana Yang Lebih Utama Berqurban Atau Membayar Hutang Dulu?

Qurban_Sapi 4

Assalamu’alaykum,Pak Aam, saya berniat mau melaksanakan qurban untuk itu saya menabung setiap bulannya. Ditengah perjalanan (selama menabung) saya berhutang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Saat ini Alhamdulillah tabungan saya cukup untuk berqurban namun ada yang menyarankan lebih baik tabungan tersebut digunakan untuk membayar hutang. Kira mana yang lebih utama, berqurban atau membayar utang dahulu?. Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Khairuman Abdullah by email)

 

 

Wa’alaykumsalam wr. wb, iya Pak Khairuman dan pembaca sekalian, apa yang Anda lakukan untuk bisa menunaikan ibadah qurban dengan cara menabung adalah sesuatu cara atau langkah yang baik dan mulia. Mengingat setiap tahunnya hewan qurban selalu naik harganya dan bagi kaum muslimin yang mempunyai penghasil menengah atau kecil tentu agak berat jika harus mengeluarkan uang kontan pada saat hendak qurban Dengan demikian menabung untuk bisa berqurban atau biasa disebut dengan tabungan qurban menurut hemat saya adalah cara yang tepat.

Melaksanakan ibadah qurban merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada Allah Swt. Qurban juga salah satu wujud kepedulian dan cinta kita kepada sesama manusia khususnya orang-orang beriman dengan membagikan daging qurban. Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam Al Quran dan sering kita baca:

Sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu,   maka dirikanlah shalatlah untuk Tuhanmu (Rabb)   dan tunaikanllah (sembelihlah) qurban.” (QS.Al-Kautsar: 1 – 2)

Ibadah qurban yang biasa dilaksanakan pada bulan Dzulhijah atau pada hari tasyrik (10,11,12,13 Dzulhijah) merupakan salah satu amalan sunnah yang utama dalam Islam yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah Saw. Ibadah qurban ini juga merupakan salah satu syi’ar Islam yang harus kita agungkan sebagai bukti ketaatan, kecintaan serta ketaqwaan kita kepada Allah Swt seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim As. Sebagaimana yang difirmkan Allah Swt:

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”. (QS. Al-Hajj [22]: 32).

Oleh karena itu, bagi umat Islam yang mampu sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah qurban itu sebagai tanda ketundukkan kita kepada syariat Allah Swt dan kecintaan kita kepada sunnah Rasulullah Saw.

Nah, terkait dengan permasalahan atau pernyataan Anda, bagaimana jika ingin berqurban namun masih mempunyai hutang?. Terkait hal ini memang tidak ada ketentuan yang jelas bahwa orang yang mempunyai hutang dilarang melakukan ibadah qurban. Namun sebagian para ulama, menganjurkan jika seseorang masih mempunyai tanggungan hutang yang harus segera ia lunasi, maka ia lebih baik atau lebih utama mendahulukan melunasi hutangnya daripada melaksanakan ibadah qurban. Hal itu karena beberapa sebab, yaitu:

BACA JUGA  Apa Hukumnya Menerima "Dana Bergulir"?

–   Melunasi hutang itu hukumnya adalah wajib, sedangkan ibadah kurban menurut jumhur ulama hukumnya adalah sunnah muakkadah. Maka di sini umat Islam harus mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah karena kita tidak boleh meninggalkan atau melalaikan yang wajib demi melakukan hal yang sunnah. Bahkan, bagi yang mengikuti pendapat bahwa berkurban itu wajib maka tetap saja melunasi hutang itu lebih didahulukan karena berkurban itu wajib bagi yang mampu sedangkan orang yang berhutang dianggap tidak mampu.

–   Dosa hutang yang belum dibayarkan merupakan satu-satunya dosa yang tidak diampuni oleh Allah Swt meskipun ia seorang yang mati syahid, sebagaimana yang Rasulullah Saw sabdakan:

Abdullah bin ‘Amru bin al-Ash meriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Mati sewaktu berjihad di jalan Allah dapat menghapus semua dosa kecuali hutang.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, menurut hemat saya sebaiknya seseorang yang masih mempunyai tanggungan hutang yang harus dilunaskan segera, maka ia harus melunasi hutangnya itu terlebih dahulu baru kemudian jika masih mempunyai kelebihan harta uang Anda melakukan qurban karena.

Namun ada juga yang berpendapat jika hutang tersebut jatuh tempo pembayaran masih lama, atau dalam bentuk hutang kredit yang waktu pembayarannya sudah ditentukan, maka jika ia berkeyakinan bahwa akan mampu membayar hutangnya itu pada waktu jatuh temponya, maka tidak apa-apa ia melaksanakan ibadah kurban. Tetapi, jika Anda merasa tidak akan mampu, maka sebaiknya uangnya atau tabungannya tersebut digunakan untuk melunasi hutangnya. Inti dalam ibadah dahulukan yang wajib sebelum mengerjakan yang sunnah. Demikian penjelasan singkat saya semoga dapat dipahami. Wallahu a’lam. [ ]

buku sudah benarkah shalatku

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Mana Yang Lebih Utama Berqurban Atau Membayar Hutang Dulu?”

  1. Dee an's

    Assalamu’alaiykum wr wb… Pak Aam, sehubungan dgn qurban, dlu wkt anak laki² sy msih kecil, krn ke kurang fahaman terhadap kekah, sy bru kekah 1 kambing, Alhamdulillaah thn ini sy ada rizqi, tdi nya sy ingin wurban, tetapi sy ingat kekah anak sy yg msih kurang 1 ekor kambing, mnurut Pak Aam yg mn dku yg hrs sy dahulu kan.. Terimakasih bt wkt nyaPak Aam

Leave a Comment