Cara Mudah Lawan Cuaca Ekstrem Saat Haji

Haji tempo doeloe 1

PERCIKANIMAN.ID – – Diperkirakan suhu udara di tanah suci mencapai 40-50 derajat selsius. Hampir dua kali lipatnya dari suhu normal Indonesia. Terbayang bagaimana panasnya udara di sana?

Maka dari itu, menjaga kesehatan tubuh menjadi point penting yang tidak boleh dilupakan. Bila tubuh memiliki sistem imun yang baik, adaptasi dengan udara ekstrim pun bukan menjadi masalah. Karena itu, jamaah yang masih menunggu keberangkatan di Indonesia sangat dianjurkan untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengawasan kesehatan.

Salah satunya dengan pengecekan kesehatan. Jika ditemukan adanya masalah pada bagian tubuh, ada baiknya sudah melakukan upaya meringankan risiko tersebut. Seperti yang dikatakan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Dr dr Eka Jusup Singka. Mereka yang sudah didiagnosa memiliki masalah kesehatan, sangat dianjurkan untuk melakukan pola hidup yang sehat dekat-dekat ini.

Sederhananya, seperti mengonsumsi makanan sehat setiap hari, olahraga ringan, dan mengonsumsi obat-obatan pribadi secara teratur.

’’Kami juga menganjurkan, bagi Anda yang sudah terkena masalah kesehatan di tanah air untuk membawa obat-obatan sendiri. Sebab, kesehatan Anda menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Kami hanya mengupayakan untuk menjaga semuanya berjalan lancar,’’ katanya seperti dilansir Okezone.com, Selasa (8/8/2017)

Untuk menjaga kondisi tubuh saat di tanah suci, ada baiknya para jamaah untuk selalu mengingatkan. Maksudnya adalah ketika Anda melihat ada jamaah yang terlalu fokus beribadah, ingatkan dia untuk tetap memperhatikan kesehatan. Jangan sampai telat makan. Konsumsi air putih pun harus banyak.

Begitu juga dengan para pengawas jamaah. Wajib hukumnya untuk selalu melakukan pengecekan jamaah. Jika diketahui ada jamaah yang sudah berisiko terserang penyakit, ada baiknya untuk segera dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia.

BACA JUGA  Waspada, Badal Haji Sering Jadi Modus Penipuan!

’’Standar medis di sana sudah dekati standar Internasional. Tapi, kalau bicara jumlah memang masih belum dikatakan layak. Di KKHI, 1 dokter menangani sekitar 450 pasien. Padahal, idealnya 1 berbanding 100,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kementerian Agama RI Rosidin Karidi menjelaskan, karena suhu udara di tanah suci sangat panas, dianjurkan untuk para jamaah jangan pernah malas mengonsumsi air putih. Bahkan, bila perlu rutin mengonsumsi air zam-zam.

’’Di sana mah, krannya aja keluarin air zam-zam. Jadi, bebas minum kapan pun dan dimana pun.”

Kemudian, untuk perawatan luarnya, sebisa mungkin para jamaah untuk menggunakan pelembab kulit supaya kulit tidak terlalu kering karena kepanasan. Penutup kepala seperti topi atau kopiah pun jangan sampai ketinggalan bila Anda ingin keluar kamar hotel. Paparan sinar matahari langsung ke kepala bisa berisiko membuat Anda mengalami migran berkepanjangan.

Satu lagi, sambung Rosidin. Banyak dari jamaah haji Indonesia yang ternyata malas menggunakan alas kaki. Alasannya malas. Padahal, tindakan itu malah membuat mereka bermasalah.

’’Salah satu risikonya adalah kaki melepuh bahkan sampai kram. Jadi, diingatkan sekali lagi, jangan malas pakai sendal,’’ tambahnya. [ ]

buku doa orang-orang sukses

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: al arabiya

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment