Saksi Ahli Yang Dihadirkan JPU, Dinilai Penasihat Hukum Buni Yani Tidak Kompeten

sidang buni yani

 

PERCIKANIMAN.ID – – Sidang dengan terdakwa Buni Yani kembali digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip di Jl. Seram Kota Bandung, Selasa (8/8/2017). Dalam persidangan mengagendakan mendengar keterangan saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).  Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan  saksi ahli hukum pidana Dr. Effendy Saragih.

Dalam kesempatan tersebut Effendy menjelaskan seputar pasal-pasal dalam Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang ditanyakan JPU, hakim anggota maupun penasihat hukum Buni Yani .Ia pun  menjelaskan substansi dari pasal 28 ayat (2) dan pasal 32 ayat (1) yang didakwakan kepada Buni Yani. Effendy menjelaskan apa yang disebut dengan mengurangi, menambahi, atau mengubah bentuk dalam informasi dokumen elektronik.

promooktober

Usai persidangan ketua tim Penasihat Hukum Buni ,Aldwin Rahadian mengaku bahwa saksi ahli pidana Effendy Saragih yang dihadirkan JPU dalam persidangan kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa kliennya tidak kompeten terhadap materi yang ditanyakan dalam persidangan hari ini.

“Menurut kami saksi ahli tadi yang diajukan sebagai ahli pidana kurang kompeten,” ujar Aldwin usai persidangan kepada awak media.

Aldwin Rahadian Ketua Tim Penasihat Hukum Buni Yani
Aldwin Rahadian Ketua Tim Penasihat Hukum Buni Yani

Effedy Siragih yang didatangkan jaksa penuntut umum (JPU), menurut Aldwi,  keahliannya tidak sesuai pada bidang pidana. Menurut Aldwin, penelitian Effendy dalam disertasinya saja merupakan bidang perdata tentang arbitrase sehingga kurang mengusai hukum pidana kaitannya dengan UU ITE. Selain itu, berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pihaknya kepada Effendy dinilai hanya jawaban yang bersifat umum dan tidak fokus pada materi persidangan.

“Tadi banyak pertanyaan-pertanyaan dari tim penasihat hukum kami yang tidak terjawab atau menjawabnya seperti orang-orang umum saja , bukan seperti seorang ahli,”ungkapnya.

Namun demikian Aldwin beserta tim penasihat hukum Buni Yani akan tetap menghormati kehadiran Effedy sebagai saksi ahli, dan memberikan keleluasaan pada hakim untuk menilai saksi yang telah dihadirkan JPU pada persidangan hari ini. Rencananya sidang akan dilanjutkan Selasa depan dengan agenda masih mendengarkan saksi ahli. Seperti pada sidang sebelumnya, diluar gedung para pendukung dan simpatisan Buni Yani melakukan orasi. [ ]

Rep: iman

Editor: candra

buku sudah benarkah shalatku

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment