Benarkah Akan Diampuni Dosanya Sejak Tetesan Darah Pertama Qurban?

kurban2

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap pelaksanaan Idul Adha bagi kaum muslimin yang mampu sangat dianjurkan untuk bisa melaksanakan ibadah qurban yakni menyembelih hewan ternak. Keutamaan ibadah qurban dengan menyembelih hewan ternak banyak sekali salah satunya adanya keyakinan bahwa dosanya akan diampuni sejak tetesan darah pertama hewan yang disembelih. Benarkah demikian?

Dikutip dari buku “Hadits Lemah & Palsu Yang Populer” tulisan Nurdin Latief  dijelaskan bahwa elah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Ishaq al-Faqihi, telah menceritakan kepada kami Ismail bin Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Saibah, telah menceritakan kepada kami Nadhir bin Ismail al-Jabali, telah menceritakan kepada kami Abu Hamzah as-Samaali dari Said bin Jubair dari Imran bin Hushain r.a. bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda,

“Wahai Fatimah, bangkitlah dan saksikan binatang kurbanmu! Sesungguhnya setiap dosa yang engkau lakukan akan terampuni pada tetesan pertama dari darahnya. Maka ucapkanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, tak ada sekutu bagi-Nya, demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk dari golongan orang-orang Islam.’ Berkatalah Imran bin Hushain, ‘Wahai Rasulullah, apakah ini khusus bagimu dan keluargamu saja, atau untuk kaum muslimin pada umumnya?’ Beliau menjawab, ‘Tidak, itu untuk seluruh kaum muslimin.’”

Penjelasan hadits:

 

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak 4: 247 no. 7524 dengan jalur periwayatan dari Abu Bakr bin Ishaq dari Ismail bin Qutaibah dari Abu Bakr bin Abi Saibah dari Nadhir bin Ismail al-Bajali dari Abu Hamzah ats-Tsamali dari Said bin Jubair dari Imran bin Hushain r.a. dari Rasulullah Saw. Imam Hakim menyebutkan bahwa hadits tersebut sahih, akan tetapi Imam adz-Dzahabi berkata bahwa hadits ini adalah dhaif. Adapun kelemahan hadits ini terletak pada rawi yang bernama Abu Hamzah ats-Tsamali dan dia itu sangat dhaif (Silsilah al-Hadits Dhaif wa al-Maudhu no. hadits 528. Nailul Authar 3: 182)

 

BACA JUGA  Tips Penyembelihan dan Penanganan Daging Kurban Sesuai Syariat

Menurut Imam Nashirudin al-Albani, Imam Hakim berusaha menguatkan riwayat ini dan meriwayatkan hadits yang serupa dengan sanad lain dari Athiyah dari Abu Said al-Khudri r.a. Namun, ternyata hadits itu pun dhaif karena oleh jumhur para pakar hadits, misalnya Abu Hatim, Athiyah dikategorikan sebagai periwayat mungkar. (Silsilah al-Hadits Dhaif wa al-Maudhu no. hadits 528. Nailul Authar 3: 182) Hadits yang redaksinya seperti di atas diriwayatkan juga oleh Imam Baihaqi dari jalur Ali bin Abi Thalib. Namun, dalam sanadnya ada rawi yang bernama Amr bin Khalid al-Wasthiy, kata Imam Asyaukani dia adalah perawi matruk. (Nailul Authar 3:182)

buku doa orang-orang sukses

Hadits-hadits yang menerangkan bahwa dosa yang berkurban akan diampuni Allah pada tetesan pertama darah hewan kurban dan anjuran bagi yang berkurban untuk hadir menyaksikan penyebelihan, semuanya adalah dhaif. Oleh karena itu, tidak benar kalau kita berpendapat bahwa dosa yang berkurban akan dihapus oleh Allah dengan sebab tetesan darah hewan kurbannya.

 

Kita tahu bahwa yang menjadi ukuran ibadah kurban sehingga dianggap sebuah amal saleh adalah apabila kita berkurban karena ketakwaan kepada Allah Swt. Hal ini seperti ditegaskan Allah Swt dalam Al Quran:

 

Sesungguhnya daging qurban dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah sedikit pun, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah, Allah menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Allah berikan kepadamu. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al Haj 22: 37)

 

Demikian pula bagi yang berkurban, tidak disyariatkan untuk hadir menyaksikan penyembelihan, tetapi apabila yang berkurban hadir waktu penyembelihan hal itu tidak apa-apa. Wallaahu a‘lam.[ ]

 

Buku Hadits Lemah dan Palsu

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment