Tersesat, Capek dan Dehidrasi Saat Haji ? Lakukan Yang Ini.

PERCIKANIMAN.ID – – Seseorang atau siapapun dapat saja tersesat jika berada ditempat yang baru, perasaan ingin tahu membuat kita ingin berjalan melihat –lihat suatu tempat yang masih baru, karena keasyikan berjalan kita bisa lupa sudah berada dimana dan tak tahu kemana arah kembali dan bahkan tak mengetahui bentuk bangunan tempat dimana kita menginap.

Kondisi psikologis seperti diatas akan terjadi pada anggota jamaah haji jika tidak berhati-hati dan waspada, pengalaman dari berbagai kejadian sebelumnya bahwa mereka yang tersesat biasanya akan mengalami kelelahan karena lama berjalan berkeliling dibawah terik matahari yang panas untuk mencari dimana gerangan mereka menginap semalam.

Untuk menghindari hal ini maka dianjurkan agar para jamaah haji mencatat nama gedung/hotel, alamat tempat tinggal, perusahaan/maktab, nomor kontak dari maktab. Kemudian secara fisik harus mengetahui bentuk gedung  tempat jamaah menginap dibandingkan dengan gedung yang lain disekitarnya (samping kiri-kanan dan depan), mengetahui letak gedung terutama letak gedung terhadap bangunan khas (penanda).

Letak ini diposisikan sesuai arah mata angin misal letaknya terhadap pintu depan masjidil haram atau terhadap pintu nomor sekian dari masjidil haram atau terhadap gedung terkenal lainnya. Mereka yang tersesat sering malu bertanya karena takut dikira bodoh padahal bertanya adalah hal yang lumrah. Kecapean berjalan dibawah udara panas  dan lupa membawa uang untuk sekedar membeli air minum atau makanan bisa menambah mempercepat terjadinya dehidrasi.

Dehidrasi adalah hilangnya cairan dari dalam tubuh akibat pengeluaran cairan secara berlebihan melalui penguapan yang tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah cairan yang masuk melalui air minum. Jika sudah merasa ragu apakah tersesat atau tidak silahkan membuat judgment dalam hati kemudian bertanya kepada orang lain yang ada disekitarnya, cukup banyak orang Indonesia yang beredar disekitar Makkah dan Madinah atau perhatikan tempat-tempat dimana ada  bendera Merah Putih karena berarti disitu ada posko panitia haji Indonesia.

Ditempat tersebut jamaah bisa minta tolong untuk diantar ketempat  penginapan kloter oleh petugas yang ada. Kecemasan akibat terlalu takut tersesat sering menjadi bumerang bagi seorang anggota jamaah yaitu pada waktu berjalan selalu bergerombol dikalangan anggota kloter dan bila tertinggal oleh rombongan langsung panik dan kebingungan, panik dan bingung tidak membantu kita mengatasi masalah tetaplah tenang sambil melihat kearah mana kawan-kawan rombongan kita,  percayalah mereka juga akan segera mencari jika mengetahui kita tidak ada bersama mereka. Adanya handphone bisa menghindari  seseorang dari keadaan seperti diatas tapi tindakan mendasar tetap diperlukan jangan sampai teknologi  itu tidak berfungsi.

Seseorang yang kondisi kesehatannya kurang baik, baru sembuh dari penyakit  atau karena usia lanjut sebaiknya didampingi setiap kali keluar dari pemondokan, sehingga dapat segera mendapat pertolongan jika terjadi sesuatu.

Jasa angkutan untuk  membantu seseorang yang tak mampu berjalan dapat diangkut dengan ditandu  atau dengan memakai kursi roda untuk melakukan tawaf keliling Ka’bah (tentu perlu mengeluarkan biaya).

Demikian juga untuk melakukan ibadah Sa’i seseorang yang tak dapat berjalan bisa didudukkan diatas kursi roda untuk  melakukan  perjalanan ibadah antara Safa dan Marwah (bolak balik) .[ ]

 

buku shalat sunat tarawih

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: al arabiya

 

REKOMENDASI

Leave a Comment