Tips Agar Anak Tak Terjebak Gaya Hidup Hedonisme

dugem

PERCIKANIMAN.ID – – Beberapa waktu lalu, masyarakat cukup di buat terkejut dengan beredarnya berita mengenai adanya oknum bintang di dunia hiburan yang terlibat dalam dunia prostitusi. Hal ini seperti diakui seseorang yang konon menjadi perantara (mucikari) dengan para kliennya. Keterkejutan masyarakat sangat beralasan mengingat mereka yang terlibat mempunyai kehidupan yang mapan bahkan cenderung glamor,bagaimana bisa terjebak dalam kehidupan gelap tersebut. Bahkan sebagian klien yang disebutkan sang mucikari yang tertangkap tersebut adalah artis yang menjadi idola masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Sebagai orangtua, isu ini tentu mengkhawatirkan. Jangan sampai putri kesayangan kita terjerumus dalam lubang gelap ini. Sebenarnya, apa yang membuat para bintang terjerumus dalam dunia tersebut?

Psikolog Ariani L. Mansyur, dalam bukunya berjudul “Wanita dan Gaya Hidup Hedonisme” menjelaskan kebiasaan hidup hura-hura seringkali menjadi penyebab seseorang nekat terjun ke dunia prostitusi, semua demi memenuhi kebutuhan gaya hidup mewah. Kehidupan glamor dan serba wah tersebut menuntut biaya yang mahal dari sisi materi. Sementara hasil dari mencari nafkah secara halal hasilnya tidak mampu menutupi gaya hidup glamor tersebut,maka godaan untuk menekuni pekerjaan hina terpaksa dilakoni mereka yang mempunyai keimanan lemah. Para pengamat social berpendapat sebagian masyarakat termasuk oknum artis tersebut sudah terjangkit penyakit hedonisme dan materialisme.

promooktober1

Apa itu hedonisme? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hedonisme adalah sebuah perilaku atau pandangan hidup yang menganggap bahwa kenikmatan materi adalah tujuan utama kehidupan. Orang yang sudah terserang penyakit ini menganggap bahwa hidup di dunia dengan segala kesenangannya adalah akhir dari sebuah perjalanan. Maka itu kebahagian hanya dinilai dan dilihat ketika materi mampu memberikan kesenangan hidup.

Sebagai orang yang beriman tentu kita tidak setuju dengan gaya hidup hedonism tersebut. Kita yakin ada kebahagiaan dan kesenangan hakiki yakni di akhirat nanti. Nah, demi melindungi putra dan putri kita, sebagai orangtua sudah selayaknya kita memberi pemahaman agar mereka terhindar dari sikap hedonisme ini . Seperti dikutip dari keluarga.com,berikut nilai-nilai yang harus ditanamkan pada buah hati agar terhindar dari penyakit hedonisme:

  1. Dekatkan diri kepada Allah Swt

Ajaran agama akan menuntun seseorang ke jalan terang, karena itu didik mereka supaya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan supaya tidak mudah tergoda oleh iming-iming kenikmatan sesaat dunia.

  1. Hidup sederhana

Kesederhanaan adalah awal kebahagiaan. Karena itu, sejak anak-anak masih kecil, beri pengertian bahwa hidup sederhana bukan berarti selalu kekurangan, melainkan sebuah cara hidup yang bertujuan untuk menjauhkan diri dari sikap tamak dan serakah.

  1. Bekerja keras

Anak-anak perlu memahami bahwa untuk bisa tetap bertahan hidup, mereka harus mau bekerja keras. Bekerja adalah sebuah kewajiban karena ketika mereka sudah berumah tangga nanti bekerja juga menjadi bentuk amal ibadah.

  1. Tidak konsumtif

Didik mereka supaya mampu memanfaatkan uang dengan bijaksana. Arahkan supaya mereka tidak bersikap konsumtif dan menghambur-hamburkan uanganya untuk berbelanja kebutuhan yang tidak perlu. Ajari juga mereka supaya mampu memilah mana kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.

  1. Jangan selalu menuruti keinginannya

Jangan selalu menuruti keinginan buah hati Anda, jika tidak Anda sudah mengajari mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang egois dan manja.

  1. Selalu bersyukur

Terkadang kesulitan hidup yang sedang dihadapi dapat membuat seseorang menjadi lebih rendah hati serta penuh syukur. Karenanya, ajari anak-anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah dimilikinya.

  1. Berhati-hati dalam memilih teman

Tidak semua bisa dijadikan teman. Anak-anak harus mengetahui bahwa pengaruh terbesar dalam kehidupannya banyak berasal dari teman. Karena itu, himbau kepada mereka agar selalu berhati-hati saat memilih teman.

  1. Harta benda bukanlah segalanya

Anak-anak perlu mengerti bahwa harta di dunia ini bukanlah segalanya. Bahwa kebahagiaan sejati hanya datang dari nurani yang merasa tenteram dan keluarga yang bahagia.

  1. Tidak mudah merasa iri terhadap orang lain

Ajari anak Anda agar tidak mudah merasa iri terhadap orang lain. Iri hati tidak akan pernah mendatangkan sukacita. Karena itu, bila mereka menginginkan sesuatu yang orang lain miliki, anjurkan kepada mereka supaya bekerja dengan keras untuk bisa mendapatkannya.

  1. Berikan contoh melalui teladan Anda

Biarkan anak-anak melihat contoh melalui teladan nyata. Karena itu, berikanlah mereka contoh hidup yang bersahaja supaya mereka terdorong untuk melakukan hal yang sama. Anak-anak perlu mengerti bahwa harta bukanlah segalanya. Bahwa kebahagiaan sejati datang dari kehidupan rohani yang baik, kesehatan serta keluarga yang bahagia.

Kepada putra putri kita hendaklah dipahamkan bahwa kesenangan dan kebahagiaan dunia ini sifatnya hanya sementara  yang terkadang melenakan atau melalaikan. Ada kebahagian dan kesenangan yang hakiki yakni kesenangan di akherat nanti. Seperti yang telah Allah Swt jelaskan dalam Al-Qur’an:

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan melalaikan, perhiasan dan tempat saling berbangga di antara kamu, serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani. Kemudian, tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, lalu men¬jadi hancur. Di akhirat, ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoan-Nya. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan palsu”. (QS.Al Hadid:20)

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik  dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl : 97)

Dengan pemahaman dan pendekatan kasih sayang dengan mereka,diharapkan akan terhindar dari gaya hidup modern yang penuh hura-hura,pergaulan bebas dan segala yang menjurus pada hidup hedonisme. Kuncinya ada pada pola asuh dalam keluarga yang disandarkan pada nilai-nilai islami yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis.  Wallahu’alam [ ]

 

Buku Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shaleh 1

Red: admin

Editor: iman

Ilutrasi foto: pixabay

 

(Visited 1 times, 9 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment