Perilaku Ini Harus Tetap Terjaga Selama Menunaikan Haji

haji china

PERCIKANIMAN.ID – – Berkesempatan dapat menunaikan ibadah tentu sebuah anugerah dan nikmat serta karunia yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Dapat menunaikan rukun Islam yang ke-5 ini bukan sekedar karena mempunyai kemampuan financial semata atau sehat dan sebagainya, melainkan bagi sebagian orang adalah sebuah “keajaiban” sepanjang hayat. Untuk itu karena ini adalah sebuah momen istimewa yang bisa jadi sekali dalam hidup tentu harus dijaga betul kualitasnya. Ada bebepara perilaku yang harus dijaga oleh calon jamaah haji baik sebelum berangkat, selama dalam perjalananan , ketika sedang menunaikan maupun setelah kembali ke tanah air. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah perilaku yang harus dijaga oleh calon jemaah haji:

  1. Perilaku sebelum menunaikan haji (persiapan fisik dan mental)

Kondisi kesehatan seseorang yang akan melakukan ibadah haji sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dari calon haji yaitu; secara fisik sehat artinya semua organ vital (otak, jantung, paru, pencernaan dan hati) berfungsi normal. Agar kondisi ideal ini dapat dicapai dan dipertahankan maka seorang calon haji diharapkan memeriksakan diri secara awal  kepada petugas kesehatan yang berkompeten, setelah mengetahui status kesehatan  cukup baik maka kondisi kesehatan harus dijaga  agar tetap sehat yaitu:  makan teratur dengan menu seimbang, melakukan kegiatan olah-raga teratur terutama berjalan kaki cepat selama 45 menit setiap hari (lima kali dalam seminggu) istirahat/tidur teratur  dan cukup.

Jika kondisi kesehatan kurang baik maka diusahakan melakukan konsultasi kesehatan dan pengobatan yang cukup sehingga kesehatan cepat pulih sebelum berangkat haji. Tanyakan kepada dokter apakah perlu membawa obat-obatan yang diperlukan seterusnya jangan lupa melaporkan obat-obatan yang akan dibawa kepada petugas kesehatan embarkasi dan dokter kloter. Mempersiapkan pakaian yang akan dipakai selama berada di arab saudi dengan menyesuaikan musim yang berlangsung di sana. Kalau musim panas siapkan pakaian yang tipis dari katun dan berwarna putih atau warna cerah lain, kalau sedang musim dingin siapkan pakaian hangat yang tebal. Siapkan payung untuk dipakai menahan panas terik, sandal yang bertali walau tipis tapi kuat. Masker klinik beberapa buah untuk dipakai jika masuk ke kerumunan orang yang padat atau dipakai sehari-hari setelah sampai di Saudi Arabia. Bahan perbekalan makanan bisa juga  disiapkan secukupnya usahakan makanan yang prepacking artinya sudah dikemas, berlogo depkes, halal dan tidak kedaluarsa, sambal, kecap dan garam bahkan gula sachet bisa juga dibawa serta. Tak perlu membawa alat masak tapi alat pemanas untuk sekedar membuat air mendidih mungkin boleh dibawa dan disimpan dibagasi. Perlu diketahui bahwa makanan dan masakan berselera Indonesia sudah banyak dijual dinegri tujuan, masakan seperti rendang, bakso dll sudah ada dijual masalahnya adalah kita harus tahu dimana posisinya. Demikian pula dengan buah-buahan dan minuman semua ada dan dapat dibeli melalui penjual eceran atau ke supermarket.

  1. Perilaku di asrama embarkasi;(saat-saat sebelum pemberangkatan)

Masuklah ketempat yang telah ditentukan kemudian pastikan kapan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan barang, laporkan kepada petugas kesehatan pada klinik embarkasi jika membawa obat-obatan untuk dicatat atau dititipkan kepada petugas, kenali lah petugas kloter (petugas kesehatan dan petugas lain), usahakan istirahat sebanyak mungkin tak usah wara wiri mencari kenalan karena pasti akan bertemu nanti dibandara. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berdoa dan beristirahat.  Jika boleh bawalah bekal makanan dan minuman dari rumah untuk dikonsumsi  dan dinikmati di dalam asrama embarkasi. Dalam asrama embarkasi selalu ada pembagian makanan sesuai jadwal  yang disiapkan oleh katering yang ditunjuk, warung makan juga selalu ada dalam asrama atau disekitar asrama tetapi calon haji harus betul-betul selektip memilih makanan  yang aman artinya bersih dan tidak akan menimbulkan gangguan pencernaan. Standar kesehatan setiap katering sebenarnya sudah dibawah pengawasan kemenkes masalahnya adalah apakah hidangan yang ada sesuai selera atau tidak. Diharapkan para calon haji untuk belajar menikmati makanan demi kebutuhan tubuh  walaupun makanan yang ada tidak sesuai selera atau kebiasaan tetap saja di santap demi kebutuhan gizi tubuh.

  1. Perilaku dalam pesawat.

Calon haji yang ada dalam pesawat  berkisar 200 orang dengan kondisi tempat duduk terisi semua, perjalanan dari indonesia  menuju arab saudi berkisar (7-8) jam ? sehingga penumpang hanya bisa duduk, tidur sambil duduk, bercakap-cakap dengan tetangga duduk, melakukan sholat juga dengan posisi duduk, duduk yang sekian lama menyebabkan badan terasa pegal dan kaku tapi diusahakan agar calon haji memanfaatkan waktu untuk istirahat sambil menikmati penerbangan sekaligus berdoa setiap saat. Bagi mereka yang mempunyai penyakit dalam kelompok berisiko tinggi  sebaiknya sudah diatur agar dapat duduk berdekatan dengan petugas kesehatan, mereka yang sering mengalami mabuk udara/mabuk perjalanan sudah harus menelan pil anti mabuk sebelum memasuki atau segera setelah masuk kedalam pesawat udara.

kalender percikan iman 2018

Dalam pesawat  makanan dan minuman dibagikan setiap memasuki waktu makan,  membawa minuman ekstra juga dapat dilakukan tetapi jika minum terlalu banyak maka berarti harus sering ke toilet. Seringkali penumpang harus antri kalau ingin memakai toilet karena pemakaian yang tinggi tapi antri sedikit tak mengapa darpada menahan untuk tidak buang air kecil beberapa jam. Kalau penumpang merasa terlalu lama duduk dan mulai merasa  pegal dan kaku bisa saja berdiri dan meregangkan otot sambil berjalan beberapa meter . Pada waktu pesawat mendarat  dan penumpang dipersilahkan mempersiapkan diri maka hendaklah para calon haji tenang duduk berdoa mohon keselamatan, kemudian mengumpulkan semua barang-barang  bawaan dicabin. Jangan terburu-buru dan turun dari pesawat sambil antri. Jika ada penumpang yang sakit sebaiknya turun belakangan saja atau paling duluan berdasarkan keputusan petugas kloter dan awak pesawat.

  1. Perilaku selama menunaikan haji

Ibadah haji tentu sangat jauh berbeda dengan perjalanan wisata karena ini adalah perjalanan dan aktivitas ibadah.  Untuk itu bagi calon jemaah haji dituntut memiliki kesabaran yang sangat besar. Sebaiknya tetap konsentrasi kepada rukun dan aktivitas ibadah haji saja ketimbang memikirkan hal lain diluar itu. Selain tetap menjaga kesehatan juga tetap menjaga kondisi mental dan spiritual. Selama menjalankan prosesi haji ada jutaan orang yang melakukan aktivitas dalam waktu dan tempat yang sama. Tentu kondisi ini memerlukan kesabaran, sebab karakter dari setiap jamaah haji berbeda. Tetap menjaga emosi dan kesabaran tentu solusi yang sangat baik.

  1. Perilaku setelah kembali dari haji

Bagi sebagian masyarakat dapat menunaikan ibadah haji akan berpengaruh pada status sosialnya. Setelah pulang dari tanah suci ia akan dipanggil dengan tambahan nama di depannya yakni “pak haji atau bu haji”. Demikian juga dari sisi spiritualitas dan tingkat keshalihannya, ia akan selalu dinilai oleh masyarakat sekitar dan juga perilaku yang lainnya. Untuk itu sebaiknya perilaku setelah menunaikan ibadah haji harus sejalan dengan hikmah berhaji itu sendiri yakni semakin dekat dengan Allah Swt sehingga segala perilakunya harus mencerminkan seorang hamba yang patuh dan dekat dengan Allah.

Menjadi haji yang mabrur dan mabrurah adalah dambaan setiap muslim usai menunaikan ibadah haji sebab bagi mereka tiada balasan yang layak kecuali surga. Untuk bisa menjadi haji yang mabrur tentu harus dipersiapkan sejak sebelum berangkat, selama di perjalanan maupun setelah kembali. [ ]

Buku Muliakan Ibumu 1

Red: sly dan dini

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

REKOMENDASI

Leave a Comment