Tiga Kelompok Manusia Menyikapi Petunjuk Allah (Tafsir Surat Al A’la Ayat 3)

Baca Quran

Berikut adalah kutipan ayat ketiga dari surat Al A’la  :

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى

promooktober

dan yang menentukan kadar dan memberi petunjuk

Allah swt. tidak sekadar menciptakan, tetapi juga menentukan kadar masing-masing serta memberikan petunjuk pada masing-masing makhluk, sehingga setiap makhluk mampu menjalankan perannya.

Allah swt. telah menentukan kadar pada seluruh ciptaan-Nya. “… dan Allah telah menciptakan segala sesuatu, dan Allah menetapkan kadar (ukuran-ukurannya) dengan serapi-rapinya.” (Q.S. Al Furqan 25: 2)  “…Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan (kadar) bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S. Ath-Thalaq 65: 3)

Bumi mengitari matahari dengan konsisten di orbitnya pada kecepatan sekitar 100.000 km per jam karena Allah swt. telah tentukan ukuran (kadar)-nya. Matahari bergerak di antara bintang-bintang lainnya dengan kecepatan sekitar 800.000 km per jam, ini pun terjadi karena Allah telah tentukan kadar (ukuran)-nya. Begitu juga jantung kita berdenyut secara konsisten, mata berkedip secara rutin, dan usus melakukan gerakan paristaltik. Semuanya karena kadar yang Allah tetapkan. Tanpa kadar (ukuran) yang konsisten, pasti akan mengalami kekacauan.

Manusia bukan hanya diberi kadar tetapi juga diberi petunjuk-Nya. Dan yang menentukan kadar dan memberi petunjuk. Hidayah atau petunjuk adalah peta kehidupan yang Allah swt. berikan pada manusia agar tidak tersesat dalam mengarungi belantara kehidupan.

Sumber petunjuk manusia adalah Al Quran dan sunah yang berfungsi sebagai tafsir Al Quran. “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; merupakan petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Q.S. Al Baqarah 2: 2)

Dalam menyikapi petunjuk-petunjuk Allah yang tertera dalam Al Quran, manusia terbagi atas tiga kelompok. Silakan perhatikan ayat berikut, “Kemudian kitab (Al Quran) itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (Q.S. Faathir 35: 32)

Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam dalam menyikapi hidayah atau petunjuk Allah swt. yang tertera dalam Al Quran terdari atas, (1) kelompok Dzaalimun li nafsih (menganiaya diri) yaitu orang yang memahami isi Al Quran namun melanggar aturan-aturannya. (2) kelompok Muqtashid (pertengahan) yaitu orang yang mengamalkan Al Quran, namun hanya yang pokoknya saja, misalnya melaksanakan shalat hanya yang wajibnya saja, tidak pernah shalat sunah, shaum hanya yang wajibnya saja, begitu juga amalan-amalan lainnya, dan (3) kelompok Saabiqul bil khairat yaitu orang-orang yang berlomba dalam kebaikan, apa pun yang dijelaskan dalam Al Quran berusaha diamalkan dengan sebaik mungkin, tanpa keraguan.

Jadi jelaslah bahwa Allah swt. sudah memberikan petunjuk seperti yang diterangkan di atas, dan Dia yang menentukan kadar dan memberi petunjuk. Namun pada akhirnya, dengan bekal potensi yang Allah swt. berikan, manusia diberi kekuasaan oleh Allah swt. untuk menentukan apakah dia akan mensyukuri petunjuk-petunjuk Allah yaitu dengan menjalankan segala ajaran-ajaran-Nya ataukan akan menolaknya. Yang pasti, Allah swt. Maha Adil. Orang-orang yang menerima petunjuk-Nya akan diberi imbalan kenikmatan abadi. Sedangkan yang menentang-Nya akan mendapatkan sanksi yang abadi juga.

Setelah berfirman tentang penciptaan manusia dengan segala kesempurnaannya, selanjutnya Allah swt. menyuruh kita memikirkan sesuatu yang relatif lebih dekat dengan keseharian hidup kita, yakni rumput.

Bersambung ke ayat berikutnya ….

tafsir kontemporer

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment