Menyiapkan Generasi Cerdas Dengan Gizi dan Nutrisi Yang Baik

ibuanak

 

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap orangtua pasti menginginkan dan mendambakan mempunyai keturunan atau buah hati yang cerdas. Sebab ia akan menjadi penerus perjuangan atau kemuliaan keluarga. Terlebih jika kita berbicara generasi yang lebih luas tentunya generasi Islam harus kuat dan cerdas.

 

Selain faktor spiritual, tentu tak kalah pentingnya peran orangtua atau calon orangtua harus mempersiapkan segala sesuatunya termasuk pemenuhan gizi dan nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang sang buah hati. Pemenuhan unsur gizi dan nutrisi seimbang yang baik dan cukup ini sangat penting khususnya pada masa tumbuh kembang anak-anak.

promooktober1

 

Berbagai penelitian mengungkapkan korelasi positif antara gizi, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dengan perkembangan fungsi otak. Ini berlaku sejak anak masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Pada janin, terjadi pertumbuhan otak secara proliferatif (bertambahnya jumlah sel), artinya terjadi pembelahan sel yang sangat pesat. Kalau pada masa itu asupan gizi pada ibunya kurang, asupan gizi pada janin juga kurang. Akibatnya, jumlah sel otak menurun, terutama cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lipid, dan enzim.

 

Fungsi neurotransmitter-nya pun menjadi tidak normal. Seiring bertambahnya usia janin atau bayi, bertambah pula bobot otak. Ukuran lingkar kepala juga bertambah. Karena itu, untuk mengetahui perkembangan otak janin dan bayi berusia kurang dari setahun, dapat dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan mengukur lingkar kepala janin.

 

Begitu lahir pun, faktor gizi masih tetap berpengaruh terhadap otak bayi. Jika kekurangan gizi terjadi sebelum usia 8 bulan, tidak cuma sel yang berkurang, ukuran sel juga mengecil. Saat itu sebenarnya terjadi pertumbuhan hipertropik, yakni pertambahan besar ukuran sel. Penelitian menunjukan, bayi yang kekurangan kalori protein (KKP) memiliki berat bobot otak 15–20% lebih ringan dibandingkan bayi normal.

 

Defisitnya bahkan bisa mencapi 40% bila KKP berlangsung sejak berwujud janin. Karena itu, anak-anak penderita KKP umumnya memiliki IQ rendah. Kemampuan abstraktif, verbal, dan mengingat mereka lebih rendah daripada anak yang mendapatkan gizi baik.

 

Melahirkan generasi yang cerdas dan bertakwa tentunya tidak bisa dilakukan dengan instan dan spontan, melainkan harus jauh-jauh dipersiapkan. Untuk itu persiapkan dari sekarang sehingga kelak generasi yang tangguh, cerdas dan bertakwa akan lahir dan memimpin masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik lagi. Kehidupan yang bukan hanya di dunia melainkan juga kehidupan yang lebih panjang dan hakiki yakni kehidupan di akhirat. Semoga bermanfaat. [ ]

 

Buku-Golden-Parenting-Sudahkah-Kudidik-Anakku-Dengan-Benar-2

 

Red: Dini dan Ahmad

Editor: Iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment