Bolehkah Qurban Dari Hasil Pinjaman?

kurban2

Assalamu’alaykum. Pak Aam, insya Allah tahun ini keluarga besar saya mau kurban sapi dengan cara dibagi 7 (tujuh) keluarga. Namun ada saudara  yang belum siap dan dia mau pinjam uang agar bisa ikut kurban. Pertanyaan kami bolehkan kurban dari hasil pinjaman? Sahkah kurban dari hasil pinjaman tersebut dan bagaimana hukumnya? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Anwar by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Pak Anwar dan pembaca sekalian, berqurban adalah salah satu ajaran syariat Islam yang sangat dianjurkan pada saat bulan Dzulhijah atau biasa kita sebut dengan bulan haji atau rayagung (sunda) atau bulan besar (jawa).  Hal ini berdasarkan pada firman Allah Swt,

iklan donasi pustaka2

Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (QS. Al Kautsar: 2).

Sebagian mufasirin (ulama ahli tafsir) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Iedul Adha. Sementara dalam hadits Rasulullah Saw bersabda,

Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah ‘Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah ‘Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah…” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya hadits ini)

Dan masih banyak lagi keutamaan tentang ibadah qurban ini sehingga setiap muslim hendaknya berusaha untuk memperoleh fadhilah yang besar ini dengan sungguh-sungguh mengusahankan agar mampu mengerjakan ibadah qurban ini. Apalagi jika ada keadaan atau kelonggaran dan kecukupan rezeki maka ibadah qurban ini sangat dianjurkan.

Nah, terkait dengan pertanyaan Anda, bolehkah berqurban dari uang pinjaman dan apakah sah?. Sepanjang yang saya ketahui tidak nash atau dalil yang melarang berqurban dari uang atau harta pinjaman. Dengan demikian boleh-boleh saja dan ibadah qurbannya sah meski dari uang pinjaman.  Namun begini, apakah meminjam uang untuk supaya bisa mengerjakan ibadah kurban semacam ini dianjurkan?. Coba kita perhatikan hadits lain tentang ibadah qurban ini, dimana Rasulullah Saw bersabda,

Barangsiapa yang memiliki kelapangan rezeki, namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Jika kita mengacu pada hadits ini maka sesungguhnya ibadah qurban itu hanya yang mampu dalam hal ini dijelaskan dengan kalimat “mempunyai kelapangan rezeki”. Artinya ia mempunyai harta yang lebih diluar untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Jadi menurut hemat saya meminjam uang (berhutang) untuk membeli hewan kurban pada dasarnya tidak dianjurkan, karena dia tidak termasuk yang memiliki kelapangan dan juga kedudukan hutang jauh lebih penting. Sementara ibadah qurban itu termasuk sunnah.

Orang yang meninggal dan masih mempunyai tanggungan hutang itu akan dituntut oleh Allah Swt dan ahli warisnya atau keluarganya berkewajiban membayar atau melunasinya. Berbeda dengan qurban sepanjang ia tidak mampu insya Allah tidak akan dituntut untuk melaksanakannya.

Lalu ada yang berpendapat bahwa beribadah itu harus dipaksakan. Iya, namun harus diingat dipaksakan yang bagaimana yang dimaksud. Jika dipaksakan karena malas itu bagus, misalnya malas pergi ke masjid untuk shalat berjamaah maka itu bagus dan harus dipaksakan. Akan tetapi jika ibadah kemudian harus dipaksakan dengan berhutang maka tentu lain persoalannya.

Jadi hemat saya kalau memang ingin berqurban kemudian dananya belum cukup lalu berhutang atau pinjam dulu dan ada kesanggupan untuk segera melunasi maka itu baik-baiknya. Misalnya untuk membeli hewan qurban kurang sedikit lagi dan ada cadangan uang atau dana, misalnya gaji bulan depan maka boleh-boleh saja Anda berhutang untuk berqurban. Asal jangan sampai Anda berhutang untuk berqurban namun mendzolimi keluarga misalnya uang belanja dapur dan kebutuhan harian jadi tertanggu atau malah tidak terpenuhi. Atau misalnya terlalu memaksakan sehingga berqurban dari uang pinjaman padahal ia tidak mampu untuk membayarnya maka menurut saya itu tidak bagus.

Jadi kembalikan lagi pada hukum awalnya dan Anda juga harus bisa memahami kondisi saudara Anda tersebut. Sekiranya tidak mampu ya, sebaiknya jangan dipaksakan untuk pinjaman. Atau karena dananya tidak cukup untuk berqurban dengan sapi maka cukup berqurban dengan domba atau kambing sehingga tidak perlu pinjam uang. Mungkin untuk berqurban dengan sapi saudara Anda tersebut tidak bisa, sementara bisanya atau dananya hanya cukup untuk beli kambing atau domba, ya belikan hewan itu saja. Intinya Allah tidak memberatkan hamba-Nya. Wallahu’Alam. [ ]

Buku Sudah Benarkah Shalatku 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]   atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/  .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment