Dahulukan Arbain atau Ritual Haji?

Masjid Nabawi 1

Assalamu’alaykum. Ustadz, insya Allah tahun ini saya akan melaksanakan ibadah haji. Salah seorang teman menyarakankan agar saya melaksanakan shalat Arbain. Terus terang saya jadi bingung karena ada KBIH yang menganjurkan untuk Arbain dan ada juga yang mengatakan bahwa dalilnya dhaif. Ustadz, mohon penjelasannya. Terimakasih. (Iin by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Bu Iin dan pembaca sekalian, pertanyaan demikian sering disampaikan para jamaah baik langsung saat pengajian maupun melalui email. Biar lebih jelas lagi coba kita bahas agar menjadi bisa dipahami bersama-sama. Soal nanti ada perbedaan pendapat (khilafiyyah) maka dikembalinya kepada Anda tentu dengan mengacu pada dalil yang shahih dan dapat dipertanggungjawabkan.

iklan donasi pustaka2

 

Begini, istilah Arbain dalam bahasa Arab artinya adalah empat puluh. Maksudnya, melakukan shalat wajib di Masjid Nabawi sebanyak empat puluh kali non-stop alias berkesinambungan selama delapan hari.  Bagi sebagian besar orang Indonesia khususnya yang sedang melaksanakan ibadah haji ada yang sangat mengagung-agungkan shalat Arbain ini.

 

Sesungguhnya para ahli hadits menilai bahwa hadits tentang arbain itu dhaif atau lemah. Namun demikian, kalau ada orang yang selalu berusaha  shalat di Masjid Nabawi, tentu saja hal itu tidak dilarang karena menurut riwayat Muslim shalat di Masjid Nabawi memiliki seribu point keutamaan dibandingkan dengan shalat di masjid lainnya.

 

Yang ingin saya garis bawahi di sini sesungguhnya tidak ada kaitan dengan hadits arbain tadi.  Maksudnya, jumlah rakaat shalat yang dilakukan di Masjid Nabawi tidak harus ditetapkan 40 kali. Berapa pun jumlahnya tetap utama dan tidak harus dilakukan secara berkesinambungan.

 

Di Indonesia, Arbain ini begitu ramai disosialisasikan sehingga ada jemaah haji yang walaupun dalam kondisi sakit dan lokasi penginapannya jauh dari Masjid Nabawi, tetap memaksakan diri untuk melaksanakannya padahal ritual haji belum dimulai. Begitu tiba waktu pelaksanaan ibadah haji, dia sudah tidak punya kekuatan lagi karena energinya habis saat di Madinah melakukan Arbain. Hal tersebut seolah-olah mengindikasikan anggapan bahwa Arbain itu lebih penting daripada haji. Nah, di sinilah letak permasalahannya.

 

Jadi, bagi Anda yang mau berhaji tahun ini, kalau mau melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, silahkan saja tetapi tetap harus memperhatikan kondisi fisik. Jangan memaksakan diri mengejar Arbain karena Anda ke Tanah Suci untuk berhaji dan bukan untuk berarbain. Skala prioritas alokasi energi kita harus tetap ditujukan untuk melaksanakan ritual haji. Wallahu a’lam bishawab .[ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment