Hukum Melaksanakan Haji Tanpa Mahrom

kabah

PERCIKANIMAN.ID – Memang ada ketentuan dalam Islam bahwa jika seorang perempuan hendak bepergian, termasuk perjalanan ibadah haji, semestinya ditemani mahrom demi menjaga hal-hal yang mungkin bisa membahayakan keselamatannya. Mengenai siapa saja yang menjadi mahrom dapat dilihat dalam salah satu ayat surat An-Nisaa.

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisaa [4]: 23)

Secara kontekstual, diperlukannya mahrom adalah jika diketahui ada bahaya yang mengancam keselamatan perempuan yang bersangkutan. Misalnya ketika seorang perempuan harus pergi pada tengah malam karena suatu keperluan, pergi jauh yang dipandang rawan keselamatan dan lain sebagainya.

Jika dalam konteks situasi negeri kita saat ini yang terbilang cukup aman, boleh jadi tanpa ditemani mahrom seorang perempuan diijinkan keluar rumah untuk bepergian dalam batas tertentu atas seizin suami atau orangtuanya termasuk melaksanakan ibadah haji.

Ini tidak lain dikarenakan ancaman keselamatan atas perempuan tersebut boleh dikatakan sangat minim, bahkan boleh dikatakan tidak ada kecuali menyangkut ketentuan takdir Allah.

promo oktober

Maka, boleh saja ibadah haji dilakukan oleh sorang perempuan seorang diri selama memang sistem perjalanan ibadah hajinya dilakukan secara rombongan (yang juga terdiri dari jamaah laki-laki) lengkap dengan pembimbingnya.

Secara admintrasif, kaum Adam dalam rombongan bisa dijadikan mahrom bagi perempuan yang berhaji tanpa ditemani mahrom karena memang seorang laki-laki bisa menjadi mahrom bagi beberapa perempuan. Wallahu a’lam.

(Visited 22 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment