Dalam Islam Mengapa Wanita Haid Dilarang Berhubungan Intim?

 

Assalamu’alaykum. Pak Ustadz mengapa wanita atau istri yang sedang haid dilarang melakukan hubungan suami istri atau ML (making love). Mohon penjelasan dalil dan hikmah atas larangan tersebut ? Terima kasih sebelumnya. ( Putri by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Bu atau Teh Putri, saya tidak tahu apakah Anda sudah menikah atau belum. Tetapi pertanyaan Anda ini bagus sebagai pengetahuan baik secara syariat Islam maupun tinjauan medis sehingga akan bermanfaat ketika Anda berumah tangga. Tentu saja pertanyaan demikian bagus jika ditanyakan kepada ahlinya sehingga jawaban yang diterima tidak menyesatkan. Apalagi di zaman sekarang ini orang lebih gampang atau mudah bertanya atau mencari jawaban lewat internet. Padahal tidak semua jawaban yang disajikan dalam laman dunia maya tersebut baik dan sesuai dengan kaidah Islam. Untuk itu kita harus berhati-hati.

 

Baik, terkait dengan pertanyaan Anda, mengapa istri atau wanita yang sedang datang bulan atau haid dilarang bahkan diharamkan menurut Islam?. Begini, tak dapat dibantah, ML (making love) alis hubungan intim dapat dikategorikan aman sekaligus sehat bilamana dilakukan dengan pasangan yang sah dan dilaksanakan menurut aturan agama yang didukung dengan pengetahuan medis. Contoh, Islam melarang suami-istri berhubungan intim saat istri sedang menstruasi.

 

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang (hukum bercampur dengan istri yang sedang) haid. Katakanlah, ’Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka bersuci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.’ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S. Al Baqarah 2:222)

Para mufasirin atau ahli tafsir menjelaskan maksud dari ayat “Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita atau istri diwaktu haidh‘ maksudnya adalah untuk berjima’ atau berhubungan intim atau ML khususnya karena hal itu haram hukumnya menurut ijma’ para ulama.  Hal ini juga ditegaskan Rasulullah Saw dalam sabdanya:

donasi perpustakaan masjid

“Lakukanlah segala sesuatu terhadap isterimu kecuali jima (bersetubuh).” (HR. Muslim)

Ada banyak hadits yang menerangkan dilarangnya melakukan hubungan suami istri disaat sang istri sedang haid atau datang bulan. Ini adalah jawaban dari sisi hukum atau fiqih Islam dimana larangan itu sangat jelas tanpa kecuali.

 

Lalu bagaimana jawaban dari sisi medis atau menurut ilmu kesehatan moderen? Dari hasil penelitian, diketahui bahwa alat kelamin wanita menjadi saluran yang menghubungkan rongga perut dengan yang ada di luar, vagina berlubang, mulut rahim berlubang. Kemudian rongga ini terus masuk ke kiri dan ke kanan menjadi saluran telur. Kemudian saluran telur ini bermuara ke rongga perut. Anda tahu bahwa dalam perut banyak sekali organ-organ tubuh yang sangat penting dan sangat sensitif, seperti usus, hati, pancreas, dan masih banyak lagi. Kalau kuman masuk melalui saluran alat kelamin wanita, kemudian masuk dalam perut, hal ini akan menimbulkan infeksi yang sangat berbahaya.

 

Dalam keadaan normal, saluran ini biasanya diamankan oleh lender-lendir kental yang ada di dalam mulut rahim sehingga kotoran apa pun tidak akan bisa masuk ke dalam rongga perut. Lendir-lendir yang kental ini berisi banyak sekali sel-sel darah putih yang akan memakan semua kuman yang lewat. Kuman-kuman yang akan masuk ke dalam rahim akan ditahan oleh lendir rahim. Di dalam lender rahim bayak sekali sel-sel darah putih yang siap memakan semua benda-benda asing yang masuk.

 

Pada saat menstruasi, lender ini tidak ada, sebab kalau lendir ini masih ada, darah mens tidak bisa keluar. Jadi pada waktu menstruasi, sumbatan lendir itu akan terlepas. Akibatnya saluran kelamin akan terbuka dan sangat rentan terhadap serangan kuman.

 

Pada waktu menstruasi, banyak sekali perlukaan dan terbukanya pembuluh-pembuluh darah di dinding rahim. Jadi kalau terjadi kuman masuk, dengan mudah kuman tresebut akan masuk ke dalam rahim karena tidak ada hambatan dari lendir. Kalau itu terjadi, bukan hanya masuk ke dalam rongga perut, tapi kuman-kuman tersebut bisa mencapai seluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah yang terbuka. Dengan cepat kuman-kuman itu masuk ke dalam otak, ginjal, jantung, sehingga dapat menyebabkan infeksi seluruh tubuh, bahkan bisa menimbulkan kematian mendadak.

 

Kalau misalnya ada udara terdorong masuk ke dalam mulut rahim lalu masuk ke dalam pembuluh darah, ini akan membawa kuman ke jantung sehingga menimbulkan gangguan jantung. Kalau terbawa ke otak, dengan cepat akan terjadi suatu reaksi alergi atau akan menyebabkan gangguan otak (akan mengalami kejang-kejang dan diikuti dengan kematian mendadak).

 

Dapat Anda lihat bahwa medis dan agama selalu sejalan. Agama mengharamkan hubungan suami istri pada saat haid, ternyata memang hal itu sangat berbahaya. Karenanya wawasan akan pengetahuan agama dan medis seputar hubungan intim mutlak diperlukan oleh siapa saja. Jangan sampai ketidaktahuan menyebabkan kita terjerembab ke dalam hubungan intim  yang tidak aman dan tidak sehat.

 

Nah, kalau hubungan intim suami-istri saja dapat menimbulkan masalah bila tidak dilakukan sesuai prosedur (kaidah agama & medis), apalagi hubungan intim yang bukan dilakukan dengan pasangan yang sah. Tentunya akan membawa dampak yang sangat buruk dan tidak diinginkan, seperti terjangkitnya PMS.

 

 

Untuk masalah yang seperti ini sebenarnya saya dan dr.Untung Sentosa sudah menulis sebuah buku yang berjudul “Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim”. Didalamnya dibahas secara lebih rinci baik dari sisi syariat Islam maupun dari sisi medis sehingga lebih komprehensif. Buku ini berbeda dari buku-buku umum lainnya selain ada sentuhan atau kajian keislamannya yang disertai dengan dalil Al Qur’an muapun Hadits juga ada kajian atau tinjauan dari sisi medisnya sehingga tidak terkesan jorok atau porno. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam. [ ]

 

Buku Cinta dan Seks 2

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

(Visited 98 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment