Bolehkah Berdakwah Dengan Cerita Fiktif?

Mimbar Dakwah 1

Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya penah berdebat dengan saudara soal metode dakwah. Saudara saya tidak setuju berdakwah dengan cerita fiksi, namun saya berpendapat sebaliknya. Bolehkah kita mengarang cerita fiktif dalam bentuk cerpen atau novel tapi isinya mengandung nasihat atau hikmah dengan niat untuk dakwah? Mohon penejelasannya dan terima kasih. (Syarif by email).

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Kang Syarif dan pembaca sekalian, sesungguhnya ada banyak cara atau metode dalam berdakwah yang salah satunya dengan bercerita atau berkisah. Dakwah dengan metode bercerita dalam bentuk cerpen dan novel misalnya disebut dalam ilmu dakwah sebagai Dakwah bil Qashash atau bil Hikayah, artinya berdakwah dengan cara bercerita. Kata qashash yang bermakna kisah atau cerita dengan segala derivasinya diungkap dalam Al Quran tidak kurang dari 18 (delapan belas) kali. Dan hampir semua kata tersebut ditujukan agar kita mau mengambil pelajaran atau hikmah dari kisah-kisah tersebut. Misalnya kita bisa cermati ayat berikut.

promooktober

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. …” (Q.S. Huud 11: 120).

Ayat ini menegaskan bahwa fungsi kisah atau cerita adalah untuk menambah keteguhan hati.

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan  yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Q.S. Yusuf 12: 111).

Di sini, Allah Swt. menegaskan bahwa kisah   berfungsi sebagai sarana pencerahan akal atau intelektual.

Kalau kita cermati hampir sepertiga Al Quran itu isinya adalah al qashash (cerita-cerita yang mengandung hikmah). Hal ini sesuai dengan tabiat manusia sebagai Homonarran (mahluk yang suka bercerita dan suka mendengarkan cerita). Jadi, teknik dakwah  dengan bercerita itu sesui dengan fitrah manusia sebagai Homonarran. Nah, teknik  inilah yang  akan pembaca dapatkan dalam kumpulan cerpen ini.

 

Di antara kelebihan dakwah dengan teknik qashash (bercerita) adalah tidak terkesan ”menggurui” tapi lebih banyak mengajak berpikir. Allah Swt. memerintahkan agar dakwah itu dilakukan dengan bijaksana, menggunakan kalimat-kalimat santun, dan jangan mengejek tapi harus mengajak.

Serulah  kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah  dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl 16: 125).

 

Bertolak dari analisis ini menurut hemat saya bahwa berdakwah dengan cara bercerita dalam bentuk cerpen, cerber, novel, dan sebagainya adalah dibolehkan selama kandungan cerita tersebut mengandung hikmah atau pelajaran bagi kehidupan dan tidak  mengandung anjuran pada kemaksiatan. Namun tentu saja cerita yang disampaikan tidak mengandung fitnah atau menyinggung orang lain atau menceritakan kejelekan yang dinisbatkan kepada orang lain. Selain itu sebaiknya disampaikan saja bahwa cerita atau kisah ini hanyalah fiktif sehingga pendengar tidak salah mengira cerita nyata.  Wallahu A’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 8 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment