Hukum Membelanjakan Uang Palsu

uang

Assalamu’alaykum. Ustadz mohon penjelasannya, saat menjelang lebaran kemarin saya menukar uang lama ke uang baru namun setelah diperiksa ternyata terdapat uang palsu. Bagaimana hukumnya membelanjakan uang palsu tersebut? Dan bagaimana solusinya? Mohon penjelasannya. Terima kasih  ( Erni by email

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Erni dan pembaca sekalian, sebagaimana kita ketahui bahwa menjelang lebaran atau Idul Fitri ada fenomena yang unik yakni banyak orang yang menukarkan uangnya dari yang lama ke uang baru. Ada yang melakukan penukaran uang tersebut di bank resmi sehingga jumlah uang lama yang ditukar sama dengan uang baru. Namun tidak sedikit yang melakukan penukaran melalui calo atau yang banyak dipinggir jalan. Biasanya yang menukar dipinggir jalan ada selisih antara jumlah uang yang ditukar dengan yang diterima. Padahal menurut ulama dalam hal ini MUI transaksi ini termasuk riba dan diharamkan.

iklan donasi pustaka2

Nah, terkait dengan permasalahan Anda yakni diantara uang asli tersebut terdapat uang palsu maka menurut hemat saya kalau Anda tidak tahu bahwa itu adalah uang palsu, tentu tidak ada masalah jika Anda membelanjakannya. Namun kalau Anda tahu itu uang palsu, namun Anda pura-pura tidak tahu berarti Anda telah ikut melakukan penipuan dan ini tentunya perbuatan dosa. Dan perbuatan seperti ini hukumnya haram. Nabi Saw. bersabda Man gasysyana falisa minna artinya “Siapa yang menipu, itu bukan golonganku.”

Solusinya tentu Anda bisa menukarnnya kembali kepada orang atau instansi yang melakukan transaksi. Namun Kalau Anda mendapatkan uang palsu dan Anda sulit atau tidak bisa menukarkannya dengan yang asli, maka anggap saja itu musibah. Jangan sampai Anda malah memperpanjang mata rantai penipuan atau perbuatan haram dengan membelanjakannya kepada orang lain dengan uang palsu tersebut. Tentu jika orang tersebut mengetahui bahwa uang itu palsu dan terlanjur menerima transaksi dengan Anda pasti akan terjadi kekecewaan.

Kalau orang tersebut sadar dan menerima itu sebagai musibah tentu masalahnya akan selesai disitu namun jika orag tersebut tidak terima dan merasa ditipu dan ingin membelanjakan uang palsu tersebut maka persoalannya akan bertambah panjang. Langkah terbaik dan bijaksana tentu saja menerima hal itu sebagai musibah dan segera menghentikan segala transaksi dengan uang palsu tersbut.

Nabi Saw. mengajarkan bahwa kalau kita terkena musibah hendaklah membaca doa, Inna lillahi wa inna ilahi raaji’uun. Allahumma ajirni fii mushiibati wakhluf lii khairan minha. Artinya, Sesungguhnya semua milik Allah dan semua akan kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah pahala dari musibah yang menimpa diriku dan mohon ganti dengan yang lebih baik dari itu. Wallahu A’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

(Visited 13 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment