Benarkah Membaca Surat Yaasin di Kuburan Akan Mendapat Kebaikan?

ziarah2

Assalamu’alaykum. Ustadz mohon dijelaskan mengenaikan keutamaan membaca Surat Yasin di kuburan. Saya pernah mendengar dari saudara kalau kita membaca Surat Yasin di kuburan maka kebaikannya sama dengan jumlah orang yang di kubur. Apakah benar dan dibolehkan? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Puji by email)

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Puji dan pembaca sekalian, sebenarnya pertanyaan demikian sudah sering kita bahas baik online maupun offline seperti di beberapa pengajian atau kajian. Namun tidak mengapa coba kita bahas lagi mudah-mudahan menjadi jelas dan paham.

iklan donasi pustaka2

Apa yang ibu tanya tersebut memang ada diyakini oleh sebagian masyarakat muslim bahwa kalau kita membaca surat tertentu atau khususnya Surat Yasin di kuburan maka kebaikannya bagi yang membaca maupun orang yang dikubur itu sama banyaknya. Sehingga tidak heran jika ada sebagian masyarakat yang mempraktikan keyakinan ini. Mereka meyakini sekaligus mengamalkan sebuah hadits yang berbunyi:

Barangsiapa yang datang ke kuburan kemudian membaca surat Yaa-sin, maka Allah meringankan azab atas mereka (ahli kubur) pada hari itu, dan adalah baginya (yang datang ke kuburan dan membaca Yaasiin) akan mendapat kebaikan setimbang dengan banyaknya ahli kubur.”

Sedikit saya jelaskan  bahwa lafaz atau bunyi hadits di atas tidak terdapat dalam kitab-kitab hadits, tetapi hadits tersebut diriwayatkan oleh Tsa’labi dalam kitab tafsirnya, dan terdapat pula dalam kitab silsilah Ahaditsi adh-Dha’ifah wal Maudhuu’at oleh Nashiruddin al-Baani hadits no. 1246. Menurut Al-Baani, hadits tersebut tergolong hadits maudhu (palsu) karena pada sanadnya terdapat beberapa kelemahan (musalsal bil-ilah).

Bahkan seorang ulama yang bernama Ibnu Mu’in mengatakan bahwa salah satu rawinya, yaitu Abu Ubaidah adalah majhul hal (tidak dikenal identitasnya). Sedangkan rawi lainnya, Ayyub bin Mudrik didhaifkan oleh ulama hadits sehingga mereka meninggalkannya, bahkan Ibnu Mu’in menganggapnya sebagai pendusta. Begitu pula rawi yang bernama Ahmad ar-Riyaahi, Imam Baihaqi mengatakan bahwa dia majhul.

 

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa teks hadits tersebut bukan hanya dhaif (lemah) bahkan maudhu (palsu). Jadi dalam ilmu hadits itu ada beberapa tingkatan hadits. Tentu yang utama adalah yang muthawatir atau tidak diragukan lagi keshahihannya. Sementara hadits yang Anda tanyakan tersebut ada pada tingkatan palsu atau maudhu. Tentu saja kita tidak boleh atau dilarang mempercayai apalagi mengamalkan hadits palsu.

 

Sekali lagi tidak benar bahwa membaca Surat Yasin di kuburan dosa orang yang meninggal akan terampuni dan kebaikannya sama dengan jumlah orang yang meninggal. Tentu saja hadits yang kita yakini tentang amal orang yang telah meninggal seperti dalam hadits dari Abu Hurairah ra dimana Rasulullah Saw bersabda:

Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Para ulama menafsirkan sedekah jariyah dengan wakaf, karena fisiknya tetap dan manfaatnya berkelanjutan. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diajarkan semasa ia masih hidup dan anak yang shalih sudah jelas karena hasil didikannya atau karena orang tuanya menyekolahkan atau memintanya untuk belajar. Namun tentu yang terpenting adalah bahwa orang yang meninggal tersebut atau kita harus beriman yakni seorang muslim. Meskipun apa yang ada dalam hadits tersebut semua namun ia bukan orang beriman alias orang kafir tentu saja tidak bisa. Jadi syarat utamanya adalah harus beriman atau ber-Islam. Wallahu’Alam. [ ]

 

 

buku doa orang-orang sukses

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org   atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/.

(Visited 171 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment