Bolehkah Dipanggil Pak Haji?

haji china

 

Assalamu’alaykum..Pak Ustadz, kalau kita perhatikan kebanyakan orang yang sudah menunaikan ibadah haji pada umumnya suka dipanggil dengan sebutan Pak Haji atau Bu Hajah. Bahkan ada tetangga saya yang sempat marah karena sudah berhaji namun tidak dipanggil Bu Haji. Bagaimana hukumnya gelar dan panggilan tersebut? Mohon penjelasannya dan terima kasih. ( Nurjanah by email )

 

 

Wa’alaykumsalam Wr Wb. Iya Ibu Nurjanah dan pembaca sekalian, dalam masyarakat kita khususnya di Indonesia ini sudah menjadi kebiasaan jika orang yang sudah atau pulang dari menunaikan ibadah haji suka dipanggil dengan Pak Haji atau Bu Haji atau Hajah. Nah, sebutan haji atau hajah adalah gelar yang diberikan oleh masyarakat sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang sudah melaksanakan ibadah haji. Perlu diketahui sepanjang yang saya tahu bahwa tidak ada dalil yang mengatakan bahwa orang yang sudah berhaji harus dipanggil Pak Haji atau Bu Hajah. Maka dapat disimpulkan bahwa panggilan tersebut lebih bersifat budaya atau kebiasaan masyarakat setempat dan tidak ada kaitannya dengan agama.

Di Indonesia, pangilan tersebut melekat pada orang yang sudah berhaji. Pertanyaannya, bolehkah hal ini dilakukan menurut ajaran agama Islam? Menurut hemat saya pada pripsipnya, sepanjang panggilan itu diniatkan untuk hal positif, maka boleh saja dilakukan. Panggilan tersebut selama diniatkan sebagai sarana untuk memagari kita dari perbuatan-perbuatan yang tercela menurut Islam, tentu bagus kalau dipakai. Tapi, kalau panggilan haji atau hajah itu hanya sebagai simbol status yang membuat orang yang dipanggil demikian menjadi angkuh, takabur, merasa diri lebih dari kebanyakan orang, maka jelas ini sebuah kekeliruan.

Sebenarnya, permasalahan ini bukan terletak pada persoalan penggilan haji atau hajahnya, tetapi kembali kepada hati kita. Kalau ketika dipanggil haji membuat kita merasa lebih baik dibandingkan dengan orang lain yang belum berhaji atau merasa status sosial berbeda dengan orang yang belum berhaji, maka jelas panggilan tersebut menjadi salah karena telah membuat kita sombong. Tetapi kalau panggilan haji membuat kita lebih berhati-hati dalam hidup atau membuat kita menahan diri dari perbuatan-perbuatan dosa, maka hal itu bagus dilakukan. Jadi, semua dikembalikan ke hati.

Jadi, bagi Anda yang sudah berhaji  boleh mencantumkan huruf H di depan nama Anda atau boleh juga tidak. Kalau Anda mencantumkan huruf H sebelum nama Anda sebagai sarana untuk memagari diri dari perbuatan dosa dan maksiat serta sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan amal soleh, maka pencantuman huruf H atau gelar haji/hajah itu merupakan sesuatu yang bagus. Tapi kalau pencantuman huruf H tersebut membuat Anda menjadi sombong, takabur, merasa diri lebih baik dari orang lain, maka hal itu sebenarnya merupakan sesuatu yang tercela.

Terkait dengan tetangga Anda yang sampai marah karena tidak dipanggil Bu Haji, menurut saya ini perlu pemahaman dan kesadaran. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas jangan sampai gelar atau pangkat dan sebagainya termasuk panggilan haji membuat kita menjadi angkuh dan sombong. Saya rasa tidak harus sampai marah atau tersinggung hanya karena tidak dipanggil Pak atau Bu Haji. Kita boleh marah atau tersinggung jika panggilan tersebut menjatuhkan harkat dan martabat kita, misalnya kita dipanggil munafiqun, dzalimun atau misalnya Abu Jahal atau Abu Lahab. Nah, itu boleh kita marah sekiranya panggilan tersebut merendahkan kita.

buku doa

Namun jika hanya masalah panggilan Pak Haji atau Bu Haji saja, mungkin juga orang lupa maka tidak sepantasnya sampai marah. Kalau sampai marah hanya karena lupa dipanggil haji boleh jadi itu menunjukkan bahwa dalam hati ada niat yang salah yakni berhajinya hanya karena ingin dipanggil Pak atau Bu Haji, bukan karena Allah Swt. Oleh karena itu luruskanlah niat, luruskanlah hati. Panggilan haji atau hajah itu harus menjadi motivasi dalam berbuat kebajikan. Wallahu a’lam bishawab. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 307 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment