Kalau Selepas Ramadhan Ibadah Kita Tidak Terlalu Giat

itikaf ramadhan

Ustadz, kalau selepas Ramadhan amal ibadah kita tidak segiat selama puasa, apakah itu artinya puasa kita sia-sia? Saya kadang kurang semangat puasa Ramadhan agar penurunan kualitas dan kuantitas ibadah saya di selain Ramadhan tidak terlalu drastis. Apakah sikap saya tersebut dapat dibenarkan, Ustadz?

Penilaian kualitas shaum dilihat dari dua sisi, yaitu selama Ramadhan itu berlangsung dan setelah Ramadhan berlalu. Pada saat Ramadhan berlangsung merupakan arena pelatihan diri agar memiliki kualitas ketakwaan yang memadai. Allah mencatat segala jerih payah shaum yang dilakukan hamba-Nya.

iklan donasi pustaka2

Setelah Ramadhan berlalu merupakan pembuktian dari hasil melatih diri sebulan penuh. Itu sebabnya mengapa nama buan setelah Ramadhan disebut Syawal yang artinya peningkatan atau bisa diartikan pembuktian. Allah akan menilai sejauh mana keberhasilannya itu.

Pembuktian setelah Ramadhan sedikit banyak memengaruhi penilaian shaum secara keseluruhan. Namun, tidak berarti harus mengabaikan masa pelatihannya. Apalagi, di masa pelatihan, begitu banyak keutamaan yang bisa diraih. Logikanya, bagaimana hasil dari pembuktiannya bagus, kalau pelatihannya tidak serius?

Atau, keutamaan yang banyak diraih pada masa pelatihan akan menjadi persediaan cukup kalaupun harus terkurangi akibat pembuktian yang lemah. Wallahu a‘lam.

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment