Adab Bertamu Saat Silaturahmi Idul Fitri

Bertamu 2

PERCIKANIMAN.ID – – Salah satu sunnah Rasulullah Saw yang sangat ditekankan kepada umatnya adalah saling bersilaturahmi atau saling mengunjungi. Apalagi saat ini masih suasana Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan kegiatan mudik. Acara mudik sendiri kurang lengkap jika tidak diikuti dengan kegiatan silaturahmi atau mengunjungi sanak keluarga atau tetangga.

Dalam proses mengunjungi tersebut terkadang tidak bisa bertemu di tempat umum melainkan harus datang ke rumah atau bertamu. Bertamu atau berkunjung ke rumah merupakan hal yang sering kita lakukan. Bertamu bisa dilakukan kepada siapa saja, baik kepada sanak keluarga, tetangga, rekan kerja, teman sebaya bahkan kepada orang yang belum kita kenal.

donasi perpustakaan masjid

Dalam Islam, bertamu juga sudah di atur sedemikian rupa baiknya. Namun, terkadang banyak di antara kita yang melupakan atau belum mengetahui adab-adab dalam bertamu. Sebagai umat Nabi Muhammad Saw, alangkah lebih baik jika kita juga mengetahui cara bertamu Rasulullah Saw. Seperti dikutip dari cara-muhammad.com ,berikut cara-cara bertamu Rasulullah Saw,yang diajarkan kepada umatnya:

 

  1. Mintalah izin untuk masuk rumah (bertamu) maksimal 3 kali

Jika kita ingin masuk ke rumah seseorang, maka mintalah izin paling banyak 3x. Jika setelah meminta izin 3x, masih juga tidak diperbolehkan masuk, maka kita harus undur diri (pulang). Sebagaimana dalam firman Allah SWT:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat,” (QS. An-Nuur: 27).

Juga sabda Rasulullah SAW:

Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’,” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

  1. Ucapkan salam ketika meminta izin masuk

Terkadang kita bertamu dengan memanggil-manggil nama orang yang hendak kita temui bahkan terkadang menggunakan sebutan yang kurang sopan. Rasulullah Saw mengajarkan bahwa ucapan salam (Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh) adalah yang terbaik ketika meminta izin masuk.

Dari Kildah ibn al-Hambal radhiallahu’anhu, ia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku masuk ke rumahnya tanpa mengucap salam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Keluar dan ulangi lagi dengan mengucapkan ‘assalamu’alaikum’, boleh aku masuk?’,” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi berkata: Hadits Hasan).

 

  1. Ketuklah pintu rumah dengan cara yang baik dan tidak mengganggu

Ketuklah pintu rumah dengan cara tanpa berlebihan, baik dalam suara maupun cara mengetuknya. Dalam salah satu hadits, diceritakan bahwa di masa Rasulullah SAW, para sahabat mengetuk pintu dengan kuku jari tangan.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu: “Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku,” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod bab Mengetuk Pintu).

 

  1. Ambillah posisi berdiri dengan tidak menghadap pintu masuk

Sebaiknya posisi berdiri tamu tidak persis di depan pintu dengan menghadap ke ruangan. Sikap ini untuk menghormati pemilik rumah dalam mempersiapkan dirinya ketika menerima tamu. Ambillah posisi menghadap ke samping sambil mengucap salam. Dengan posisi tersebut, ketika pintu terbuka, apa yang ada di dalam rumah tidak langsung terlihat oleh tamu sebelum diizinkan oleh pemilik rumah.

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum,” (HR. Abu Dawud, shohih).

 

  1. Jangan mengintip ke dalam rumah

Terkadang kita berusaha mengintip ke dalam rumah ketika penasaran apa ada orang di dalam rumah. Padahal Rasulullah Saw sangat membenci sikap seperti ini karena tidak menghormati pemilik rumah.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu sesungguhnya ada seorang laki-laki mengintip sebagian kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang untuk menusuk orang itu,” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan).

 

  1. Pulanglah jika kita disuruh pulang

Jika kita diminta pulang oleh pemilik rumah, maka kita harus segera mematuhinya tanpa merasa tersinggung karena hal tersebut adalah hak si pemilik rumah. Sebagaimana dalam firman Allah Swt:

Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. An-Nuur 28).

 

  1. Jawablah dengan nama jelas jika pemilik rumah bertanya “Siapa?”. Ketika pemilik rumah menanyakan nama kita, jawablah dengan nama kita secara jelas, jangan hanya “saya” atau “aku” saja.

Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian dalam Islam bertamu pun ada adabnya ,tidak bisa seenaknya saja. Semoga dengan mengetahui dan mengikuti cara bertamu yang diajarkan Rasulullah Saw,silaturahmi kita menjadi berkah dan bukan malah menimbulkan masalah apa lagi fitnah. [ ]

 

Buku Muliakan Ibumu 1

Red: ahmad

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment